Logo Bloomberg Technoz

Presiden AS, Donald Trump menyatakan melalui media sosial, bahwa dia mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan (toll free opening), serta mengakhiri blokade terhadap Iran. 

Selat Hormuz dijadwalkan akan dibuka kembali setelah kesepakatan resmi ditandatangani pada Jumat pekan ini. 

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazzem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa kesepakatan itu telah dicapai. Namun, teks lengkap perjanjian baru akan dipublikasikan setelah penandatanganan di Swiss. 

Di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan potensi Selat Hormuz kembali dibuka, Indonesia masih akan menghadapi ujian penting bulan ini, sebab MSCI akan memutuskan apakah akan melanjutkan rencana penurunan status pasar saham Indonesia. 

Apabila Indonesia direklasifikasi dari pasar berkembang, menjadi pasar frontier, arus keluar dana asing berpotensi mencapai US$13 miliar, yang dapat kembali menghambat pemulihan rupiah dan kembali meningkatkan volatilitas pasar keuangan domestik. 

Meski begitu, sejumlah analis menilai Indonesia masih memiliki prospek investasi jangka panjang, lantaran ukuran ekonomi yang besar, kekayaan sumber daya alam, dan pasar domestik yang luas. 

Analisis Teknikal

Pergerakan rupiah secara teknikal (Bloomberg)

Secara teknikal, rupiah berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan hari ini. Dengan target menuju Rp17.840/US$ sampai dengan Rp17.800/US$.

Level selanjutnya berpeluang lanjut menguat secara bertahap ke Rp17.770/US$ dengan penembusan resistance sebelumnya.

Adapun dalam tren jangka menengah, atau dalam sepekan perdagangan, rupiah terkonfirmasi membentuk tren rebound. Apabila tertembus trendline channel kuatnya lagi, maka berpotensi menuju Rp17.500/US$.

Namun apabila rupiah memberikan tanda-tanda melemah, maka support terdekat bisa menuju Rp17.900/US$. Rentang support rupiah ada di Rp18.000/US$ sampai dengan Rp18.100/US$.

(riset/aji)

No more pages