Logo Bloomberg Technoz

Menurut dia, sejumlah penelitian yang dilakukan berbagai lembaga, termasuk Universitas Indonesia (UI), menunjukkan program MBG memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran siswa di sekolah, hingga capaian akademik.

Mu'ti mengungkapkan hingga 10 Juni 2026 sebanyak 80,7% peserta didik telah menerima manfaat MBG. Dari total sekitar 53 juta siswa, sebanyak 43 juta di antaranya telah mendapatkan program tersebut.

"Mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif baik dalam hubungannya dengan tingkat kehadiran di sekolah maupun dalam hubungannya dengan motivasi belajar dan juga prestasi akademik," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan usulan pemanfaatan kantin sekolah sebagai bagian dari skema pelaksanaan MBG masih dalam tahap pembahasan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"Saya pikir itu bagian dari yang sekarang proses penataan menyeluruh di Badan Gizi Nasional kita. Sebagai salah satu alternatif skema, barangkali itu juga masuk menjadi salah satu yang akan kita lihat apakah tepat untuk diberlakukan di beberapa zona tertentu," kata Prasetyo.

Revitalisasi Sekolah

Selain MBG, Mu'ti melaporkan progres program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Dia menyebut revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terealisasi 100% untuk 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Pada tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp14 triliun untuk revitalisasi 11.744 satuan pendidikan.

"Kami juga mendapat tambahan untuk 60.000 satuan pendidikan, sehingga tahun ini kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, semua jenjang mulai dari taman kanak-kanak sampai tingkat SLTA," ujar Mu'ti.

Dorong Kualitas Pendidikan dan SDM Unggul, “BRI Peduli Ini Sekolahku” Bantu Renovasi SDN 001 Sungai Pagar Riau (BRI)

Menurut dia, program revitalisasi sekolah tidak hanya berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah.

Dengan sistem swakelola yang melibatkan langsung satuan pendidikan, program tersebut diperkirakan mampu menyerap sekitar 1,1 juta tenaga kerja selama tiga hingga delapan bulan.

Mu'ti menambahkan, pelaksanaan revitalisasi sekolah tahun 2026 telah berjalan sekitar 70% dari target awal 11.744 satuan pendidikan.

Bahkan, sejumlah proyek ditargetkan rampung pada Juli hingga Agustus sehingga dapat digunakan pada tahun ajaran 2026/2027.

Sekolah Unggul dan Beasiswa Guru

Dalam kesempatan yang sama, Mu'ti juga melaporkan rencana pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi yang akan menjadi sekolah unggulan tanpa sistem asrama.

Dari usulan yang masuk, pemerintah telah melakukan seleksi terhadap sejumlah lokasi.

Tahun ini, lima sekolah akan dibuka di balai milik Kemendikdasmen, satu sekolah di Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sembilan sekolah baru yang akan dibangun di daerah terpilih.

Selain pembangunan sekolah, pemerintah juga melanjutkan program peningkatan kesejahteraan guru. Tunjangan guru non-ASN telah dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan, sedangkan guru ASN menerima tunjangan sebesar gaji pokok.

Pemerintah juga menerapkan skema baru dengan menyalurkan tunjangan langsung ke rekening guru setiap bulan.

"Tunjangan dan gaji itu ditransfer langsung ke rekening guru setiap bulan. Ini menunjukkan komitmen Bapak Presiden agar guru mendapatkan manfaat langsung tanpa proses birokrasi yang panjang," kata Mu'ti.

Untuk peningkatan kualitas tenaga pendidik, pemerintah juga menyediakan beasiswa pendidikan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1.

Setelah mengalokasikan beasiswa bagi 12.500 guru pada 2025, tahun ini pemerintah meningkatkan kuota menjadi 150.000 guru dengan nilai bantuan Rp3 juta per semester.

(dec/wdh)

No more pages