Logo Bloomberg Technoz

Menyitir berbagai sumber, harga Pertamax pada Desember 2004 mengalami kenaikan harga menjadi Rp4.000/liter dari harga sebelumnya sebesar Rp2.450/liter atau naik hingga 62%.

Sementara itu, pada Januari 2006 Pertamax kembali melakukan penyesuaian harga Pertamax dari bulan sebelumnya seharga Rp5.400/liter menjadi Rp5.00/liter.

Pada tahun sebelumnya, harga Pertamax sempat tercatat sebesar Rp5.700/liter pada September 2005.

Pada Desember 2007, Pertamax tercatat dibanderol seharga Rp7.500/liter. Kala itu Pertamax mengalami penyesuaian harga meskipun pada 15 November 2007 telah naik menjadi Rp6.950/liter.

Kemudian, pada Desember 2008 harga Pertamax dibanderol seharga Rp6.800 per liter. Harga Pertamax ditahan pemerintah atau tak berubah dari harga 15 November 2008.

Adapun, pada Desember 2009, Pertamina menjual Pertamax seharga Rp6.300/liter. Lalu, pada Desember 2010 harga Pertamax dijual sebesar Rp6.900/liter. Pada Maret 2011 harga Pertamax tercatat sebesar Rp8.100/liter.

SPBU Pertamina./Bloomberg-Dimas Ardian

Pada 2012 harga Pertamax mulai menyentuh Rp10.000/liter. Kala itu, pada 1 April 2012 harga Pertamax dijual sebesar Rp10.200/liter. Kemudian, pada Oktober 2013 harga Pertamax tercatat mencapai Rp10.300/liter.

Pada Juli 2014 harga Pertamax sempat menyentuh Rp11.300/liter. Meskipun begitu, pada Desember 2014 harga Pertamax berada di sekitar Rp9.950/liter.

Pertamina juga sempat membatalkan rencana kenaikan harga Pertamax series. Pada Mei 2015 harga Pertamax direncanakan naik dari Rp8.800/liter menjadi Rp9.600/liter, namun akhirnya rencana tersebut dibatalkan.

Kemudian, pada April 2016 harga Pertamax tercatat turun menjadi Rp7.750/liter dari bulan sebelumnya seharga Rp7.950/liter.

Pada Januari 2017, Pertamina tercatat menaikkan harga Pertamax menjadi Rp8.050/liter dari semula sebesar Rp7.750/liter. Setelah itu, pada Juni 2019 harga Pertamax tercatat dijual seharga Rp8.900/liter.

Sementara itu, pada Februari 2019 harga Pertamax dijual seharga Rp10.200/liter atau mengalami kenaikan dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp10.200/liter. Pada Januari 2020 harga Pertamax tercatat turun jadi Rp9.200/liter.

Setelah itu, pada Desember 2021 harga Pertamax tercatat sebesar Rp9.00/liter. Hingga akhirnya perang antara Ukraina dan Rusia pecah pada 2022 hingga menyebabkan harga Pertamax naik pada April 2022 dari Rp9.000/liter jadi Rp12.500/liter.

Kenaikan harga minyak dunia terus memberatkan harga Pertamax, bensin nonsubsidi tersebut melonjak ke level Rp14.500/liter pada September 2022 gegara lonjakan harga minyak dunia.

Kala itu, harga minyak mentah Brent sempat berada di atas US$100/barel, tetapi akhirnya merangkak turun ke sekitar US$90/barel.

Lebih lanjut, konflik di Timur Tengah yang pecah akhir Februari 2026 memang mengakibatkan harga minyak mentah dunia melonjak ke level US$100/barel. Akan tetapi, memasuki akhir Mei harga mulai melandai ke sekitar US$90/barel.

Memahami Alasan Pemerintah Naikkan Harga Pertamax (Bloomberg Technoz)

Indonesia sejak April 2026 tak menyesuaikan harga Pertamax atau ditahan di level Rp12.300/liter, serupa seperti harga BBM bersubsidi Pertalite yang tetap ditahan sebesar Rp10.000/liter.

Hingga akhirnya, secara mendadak pada 10 Juni 2026 harga Pertamax naik 32% menjadi Rp16.250/liter. Pada 1 Juni 2026, padahal, Pertamina telah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi jenis solar atau diesel.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menerangkan penyesuain harga BBM nonsubsidi tidak hanya dilakukan terhadap Pertamax, tetapi bensin RON 92 oleh operator stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta.

“Penyesuaian pada harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar Internasional,” kata Simon dalam keterangan resminya, Kamis (11/6/2026) malam.

Simon menegaskan harga BBM bersubsidi Pertalite dan Solar tidak mengalami penyesuaian, masing-masing ditahan sebesar Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

“Di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari Pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Simon.

(azr/wdh)

No more pages