Lonjakan harga emas dunia ikut mengangkat emas Antam. Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.217/troy ons. Melejit 3,56% dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan ini datang usai harga emas jatuh empat hari berturut-turut. Selama empat hari tersebut, harga terpangkas 9%.
Koreksi yang sudah parah tersebut membuat emas menjadi lebih atraktif. Aksi bargain hunting alias ‘serok’ di bawah mendongkrak permintaan emas sehingga harga pun terkerek.
Selain itu, kabar dari Timur Tengah juga menjadi sentimen positif bagi harga emas. Bloomberg News memberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan militer ke Iran. Hal ini memantik asa bahwa jalur diplomasi sedang ditempuh untuk mencapai perdamaian.
Trump mengungkapkan bahwa sudah ada diskusi yang kemudian dibawa ke level pimpinan tertinggi di Iran terkait negosiasi untuk mengakhiri perang. Kepada para jurnalis di Gedung Putih, Trump mengklaim bahwa penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan paling cepat akhir pekan ini di Eropa. Wakil Presiden AS JD Vance disebut bakal menghadiri agenda tersebut.
Berita itu cukup untuk membuat harga minyak ambruk. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup ambrol hampir 3% ke US$ 90,38/barel.
Apabila harga minyak lebih terkendali, maka ancaman inflasi tinggi bisa dihindari. Dengan begitu, bank sentral di berbagai negara punya ruang untuk tidak menaikkan suku bunga acuan.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi tidak menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(aji)





























