RON merupakan angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar dalam menahan terjadinya pembakaran dini di ruang bakar mesin atau yang dikenal sebagai knocking atau mesin ngelitik.
Secara umum, semakin tinggi nilai RON suatu bahan bakar, semakin tinggi pula kemampuannya menahan tekanan dan temperatur tinggi di dalam silinder mesin sebelum proses pembakaran terjadi.
Karena itu, setiap kendaraan memiliki kebutuhan RON yang berbeda sesuai rasio kompresi mesin yang digunakan.
Mesin dengan rasio kompresi rendah umumnya cocok menggunakan bahan bakar beroktan rendah, sedangkan mesin modern dengan kompresi lebih tinggi membutuhkan bahan bakar dengan angka oktan yang lebih tinggi.
Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Green 95
Berikut perbedaan utama ketiga jenis BBM tersebut seperti dilansir Bloomberg Technoz dari berbagai sumber:
-
Pertalite: RON 90
-
Pertamax: RON 92
-
Pertamax Green 95: RON 95
Dari sisi status produk:
-
Pertalite merupakan BBM bersubsidi atau Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP).
-
Pertamax dan Pertamax Green 95 merupakan BBM nonsubsidi.
Harga per liter yang berlaku mulai 10 Juni 2026:
-
Pertalite: Rp10.000 per liter
-
Pertamax: Rp16.250 per liter
-
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Rekomendasi rasio kompresi mesin:
-
Pertalite: sekitar 9:1 hingga 10:1
-
Pertamax: sekitar 9,1:1 hingga 10:1
-
Pertamax Green 95: sekitar 11:1 hingga 12:1
Pertalite
Pertalite merupakan bahan bakar bensin dengan angka oktan RON 90.
Produk ini ditetapkan pemerintah sebagai Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) untuk menggantikan Premium dalam upaya menekan emisi kendaraan secara bertahap.
Pertalite memiliki kandungan sulfur di bawah 500 ppm dan diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan mayoritas kendaraan bermotor yang beredar di Indonesia.
Dari sisi harga, Pertalite menjadi pilihan paling ekonomis dibandingkan produk bensin Pertamina lainnya.
Sejak penyesuaian terakhir pada September 2022, harga Pertalite ditetapkan sebesar Rp10.000 per liter.
Dengan karakteristik tersebut, Pertalite direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin sekitar 9:1 hingga 10:1.
Pertamax
Pertamax pertama kali diperkenalkan Pertamina pada 1999 sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dibandingkan produk bensin sebelumnya.
Produk ini memiliki angka oktan RON 92 dan ditujukan untuk kendaraan dengan kebutuhan kompresi mesin yang lebih tinggi dibandingkan pengguna Pertalite.
Sebagai BBM nonsubsidi, harga Pertamax disesuaikan secara berkala mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan biaya produksi.
Per 10 Juni 2026, harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Pertamax direkomendasikan untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin sekitar 9,1:1 hingga 10:1.
Pertamax Green 95
Pertamax Green 95 merupakan produk bahan bakar yang diperkenalkan Pertamina pada Juni 2023 sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon.
Produk ini memiliki angka oktan RON 95 dan termasuk kategori biofuel karena mengandung campuran bioetanol sebesar 5 persen atau E5.
Bioetanol yang digunakan berasal dari bahan baku alami berupa molase atau tetes tebu yang telah melalui proses pengolahan khusus.
Pertamax Green 95 dirancang untuk kendaraan dengan teknologi mesin yang lebih modern dan rasio kompresi tinggi.
Pertamina merekomendasikan penggunaan Pertamax Green 95 pada kendaraan dengan rasio kompresi sekitar 11:1 hingga 12:1.
Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax Green 95 ditetapkan sebesar Rp17.000 per liter, menjadikannya produk bensin dengan harga tertinggi di antara ketiga varian tersebut.
Cara Mengetahui Rasio Kompresi Kendaraan
Pemilik kendaraan dapat mengetahui rasio kompresi mesin melalui beberapa cara.
Cara paling mudah adalah melihat spesifikasi teknis pada buku manual kendaraan yang diberikan pabrikan saat pembelian.
Selain itu, informasi spesifikasi mesin juga biasanya tersedia di situs resmi produsen kendaraan.
Jika masih ragu, pemilik kendaraan dapat menanyakan langsung kepada teknisi di bengkel resmi saat melakukan servis berkala.
Menyesuaikan jenis bahan bakar dengan rasio kompresi mesin menjadi penting untuk menjaga performa kendaraan, efisiensi pembakaran, serta meminimalkan risiko knocking yang dapat memengaruhi umur mesin dalam jangka panjang.
(seo)






























