Logo Bloomberg Technoz

"Kemudian, pembiayaan non utang Rp6,5 triliun atau 4,4% dari target yang mencapai Rp143,1 triliun," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kinerja dan Fakta pekan lalu.

Secara terperinci, total pembiayaan anggaran sampai Mei 2025 tercatat Rp379,4 triliun atau 55,1% terhadap total target APBN Rp689,1 triliun. Angkanya meningkat 16,2% dibanding pembiayaan anggaran periode yang sama tahun lalu, yakni Rp326,5 triliun.

"Pembiayaan APBN dikelola secara prudent (hati-hati) dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, serta dinamika pasar keuangan," tuturnya.

Terkait pasar surat utang negara, Purbaya menjelaskan bahwa pergerakan imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tetap stabil di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Hal ini tercermin dari yield SBN tenor 10 tahun yang terjaga di level 6,68%.

Kemudian, selisih imbal hasil yield spread SBN terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang menjadi acuan atau US Treasury relatif rendah dibanding beberapa negara pasar berkembang. Hal ini menunjukkan risiko Indonesia relatif rendah.

(lav)

No more pages