Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, data penjualan sepeda motor nasional juga menunjukkan perlambatan. Penjualan pada Mei 2026 turun 5,1% secara tahunan menjadi 479.388 unit setelah melonjak 28,1% pada April. Kondisi tersebut dinilai menjadi indikasi mulai melemahnya daya beli masyarakat di tengah meningkatnya beban pengeluaran konsumen.

Sementara itu, Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti kenaikan tinggi pada yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang telah menyentuh level 7,27%, dari sebelumnya berada di kisaran 6,8%-6,9%.

Kenaikan yield tersebut merupakan penyesuaian yang diperlukan untuk kembali menarik minat investor, khususnya investor asing, terhadap surat utang negara. Meski demikian, para pelaku pasar disarankan untuk mencermati perkembangan kebijakan pemerintah sebelum meningkatkan eksposur investasi.

"Ketika imbal hasil obligasi 10 tahun berhasil menyentuh 7%, maka alarm pun berbunyi menjadi sebuah tanda untuk melakukan akumulasi dalam porsi bertahap," tulis Pilarmas dalam risetnya.

Dari eksternal, Pilarmas menilai data ketenagakerjaan Amerika Serikat masih cukup solid meskipun menunjukkan perlambatan. Kondisi tersebut memberi ruang bagi bank sentral AS untuk tetap fokus menjaga inflasi dan membuka kemungkinan kenaikan suku bunga apabila diperlukan.

Sementara itu, evisi data pertumbuhan ekonomi Jepang yang masih berada di atas ekspektasi dinilai memberikan ruang lebih besar bagi bank sentral Jepang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya.

Hari ini Pilarmas memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak melemah dengan rentang support dan resistance pada level 5.230 hingga 5.370. Sentimen pasar juga diperkirakan dipengaruhi perkembangan geopolitik setelah muncul sinyal meredanya ketegangan antara Iran dan Israel.

Lebih lanjut, di tengah tekanan pasar, Pilarmas menilai klarifikasi pemerintah terkait isu penerapan skema gross split pada sektor mineral dan batu bara menjadi sentimen positif bagi emiten tambang.

“Kepastian bahwa mekanisme tersebut tidak akan diterapkan di sektor minerba dinilai dapat mengurangi ketidakpastian regulasi dan menjaga iklim investasi di sektor pertambangan,” lanjut riset tersebut.

(cpa/wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone