ESDM: Revisi RKAB Batu Bara Akan Menyesuaikan Kebutuhan Domestik
Azura Yumna Ramadani Purnama
17 June 2026 14:50

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mensinyalir revisi kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 bakal disesuaikan dengan kebutuhan domestik.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan revisi RKAB bakal menyesuaikan kebutuhan di dalam negeri, termasuk pasokan untuk domestic market obligation (DMO) atau program wajib pasok domestik.
“Ya pasti. Menyesuaikan dengan kebutuhan di dalam negeri, itu kan ada DMO yang ditetapkan,” kata Yuliot kepada awak media, di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Yuliot menambahkan bahwa kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) masih kurang sekitar 20 juta ton.
Yuliot menyatakan total kebutuhan batu bara PLN mencapai 154 juta ton dan sudah terpenuhi sekitar 134 juta ton. Walhasil, terdapat kekurangan stok batu bara untuk pembangkit PLN sekitar 20 juta ton.






























