Logo Bloomberg Technoz

Arah Perdagangan di Pasar Saham Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026

Redaksi
09 June 2026 08:24

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - IHSG ditutup pada level 5.342 pada perdagangan Senin (8/6/2026), di tengah tekanan yang melanda seluruh sektor saham. Tren pelemahan terdalam terjadi pada sektor industri yang turun 6,39%, sementara nilai tukar rupiah juga berlanjut melemah 0,84% ke posisi Rp18.188 per dolar AS.

Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar saham domestik masih berpotensi berlanjut. IHSG tercatat ditutup di bawah level rata-rata pergerakan (MA) 200 bulanan, yang membuka peluang penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek.

"Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal. Selanjutnya diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level support di 5.100," tulis Phintraco dalam risetnya pada Selasa (9/6/2026).


Tekanan terhadap pasar turut dipengaruhi oleh sejumlah indikator domestik, antara lain, cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 turun menjadi US$144,9 miliar dari US$146,2 miliar pada April 2026, yang merupakan posisi terendah sejak Juni 2024. Penurunan tersebut dipicu oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas kurs rupiah.

Meski posisi cadangan devisa masih setara dengan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, Phintraco menyebut, penurunan yang berkelanjutan berpotensi memengaruhi persepsi investor dan lembaga pemeringkat.