Pada Senin malam, Trump mengeklaim bahwa AS akan mendeklarasikan "kemenangan total" dalam perangnya melawan Iran dalam kurun waktu dua minggu ke depan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam acara kampanye virtual bagi para pendukung Partai Republik di South Carolina. Ia menambahkan bahwa proses negosiasi dengan Teheran saat ini sedang berjalan, dan kembali menegaskan bahwa harga minyak dunia akan langsung merosot begitu konflik ini resmi berakhir.
Kendati demikian, para pengamat menilai bahwa andai saja kesepakatan damai antara AS dan Iran berhasil dicapai, pemulihan arus pasokan minyak global tidak akan bisa terjadi secara instan akibat banyaknya hambatan teknis. Beberapa di antaranya meliputi proses pembersihan ranjau laut di Selat Hormuz, pengaktifan kembali ladang-ladang minyak yang ditutup yang bisa memakan waktu berbulan-bulan, hingga perbaikan masif pada infrastruktur energi yang rusak akibat hantaman drone dan rudal.
Pergerakan harga minyak saat ini masih sangat disetir oleh perkembangan berita utama, ujar Al Salazar, kepala riset minyak dan gas di lembaga konsultan industri Enverus. "Kami meyakini harga minyak masih perlu berada di level tiga digit secara kokoh untuk mencerminkan kondisi cadangan persediaan yang sudah terkuras habis."
Harga minyak:
- WTI untuk pengiriman Juli relatif tidak berubah di level US$91,31 per barel pada pukul 06.40 waktu Singapura.
- Brent untuk pengiriman Agustus ditutup menguat 1,2% menjadi US$94,25 per barel pada Senin.
(bbn)





























