Dalam laporan yang dirilis Rabu, Lowy mengatakan ekspor dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), yang terdiri dari 11 negara, ke AS melonjak 23% pada September dibandingkan tahun sebelumnya, dipimpin oleh Thailand dan Vietnam. Sebaliknya, pangsa pasar China telah menurun.
Meski tarif efektif AS terhadap China melonjak menjadi 31%, tarif tersebut hanya sekitar 11% bagi banyak negara ASEAN, kata para ekonom Lowy yang dipimpin Roland Rajah, sehingga ekspor negara-negara ASEAN menjadi lebih kompetitif.
Tarif yang memberatkan dari Washington dan permintaan yang melemah di China awalnya mengancam akan melemahkan model ekspor ekonomi Asia Tenggara yang berorientasi ekspor.
(dov/del)
No more pages




























