Di sisi lain, sejumlah komoditas pangan pokok lainnya bergerak variatif. Harga rata-rata beras kualitas bawah I harga tetap Rp14.550 per kilogram (kg). Namun beras kualitas bawah II terpantau naik 6,23% atau Rp900 menjadi Rp15.350 per kg.
Beras kualitas medium I saat ini naik harga menjadi Rp16.250 per kilogram atau naik 0,31%. Harga beras kualitas medium II tercatat naik menjadi Rp16.050 per kg atau turun 0,31%.
Lalu, beras kualitas super I naik 1,43% atau Rp250 menjadi Rp17.700 per kilogram. Beras kualitas super II turun harga menjadi Rp16.800 per kg atau turun 0,88%.
Hal ini terjadi di tengah upaya pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak El Nino melalui percepatan tanam padi di berbagai sentra produksi.
Upaya ini dilakukan untuk menjaga produksi pangan nasional, meningkatkan indeks pertanaman, serta memastikan target swasembada pangan tetap berjalan di tengah tantangan perubahan iklim.
Sementara itu, harga gula pasir lokal mengalami penurunan tipis menjadi Rp19.000 per kg atau turun 0,52%. Sementara itu, minyak goreng curah tercatat mengalami kenaikan 1,95% atau Rp400 menjadi Rp20.950 per kilogram.
Untuk minyak goreng kemasan bermerk 1, harga rata-rata di pasar tradisional mengalami penurunan 3,13% atau Rp750 menjadi Rp23.250 per kg. Kemudian, minyak goreng kemasan bermerek 2 harganya turun, menjadi Rp21.450 per kilogram atau naik 7,34%.
Selanjutnya, harga telur ayam ras segar tercatat naik 3,77% atau Rp1.000 menjadi Rp31.650 per kg. Harga daging ayam ras segar terpantau turun 8,95% atau Rp3.500 menjadi Rp35.600 per kg.
Harga daging sapi kualitas 1 turun 3,26% atau Rp4.900 menjadi Rp145.600 per kilogram. Lalu, daging sapi kualitas 2 turun 1,31% atau Rp1.800 menjadi Rp139.650 per kg.
(mef/ell)

























