Logo Bloomberg Technoz

Lewat dokumen pipeline BEI per 5 Juni 2026, otoritas bursa mempersiapkan 12 perusahaan untuk IPO tahun ini.

Adapun, satu perusahaan telah mencatatkan saham di BEI dengan dana himpunan mencapai sekitar Rp300 miliar.

Target pipeline IPO itu berkurang tiga perusahaan dari perencanaan sebelumnya sekitar 15 perusahaan.

Ihwal target IPO terbaru itu, otoritas bursa menargetkan 8 perusahaanskala besar dengan aset di atas Rp250 miliar dan sisanya aset skala menengah di kisaran Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar.

Sebelumnya, Nyoman menegaskan, target IPO tidak akan terganggu gejolak pasar saham Indonesia belakangan.

Nyoman menyampaikan, BEI terus mendorong calon emiten dan penjamin emisi untuk mempercepat proses penyampaian dokumen maupun tanggapan kepada regulator, agar proses pencatatan tidak mengalami keterlambatan.

"Itu harapan kita untuk speed up prosesnya. So far masih on track," ujar Nyoman.

Pada Jumat (5/6/2026), IHSG ditutup di posisi 5.594 pada tutup dagang. Melemah 4,2% dibanding penutupan hari sebelumnya, hingga menjadi yang terendah sejak November 2020 atau dalam dalam 5 tahun lebih perdagangan saham.

IHSG menjadi indeks saham terlemah di dunia nomor satu, paling lesu, dan paling dasar sepanjang 2026. Sejak awal tahun, IHSG mencatatkan penurunan sebesar 35,3% year–to–date.

IPO Sepi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti sepinya perusahaan yang melantai atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada kuartal I-2026.

Airlangga berharap target IPO yang telah masuk dalam perencanaan atau pipeline otoritas bursa dapat dikejar tahun ini.

“Mungkin dalam periode first quarter ini ketidakpastian tinggi, sehinga ini masih dalam pipeline,” kata Airlangga saat membuka Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Airlangga mengatakan pelaksanaan IPO sejumlah perusahaan private menjadi krusial untuk mendorong pertumbuhan indeks saham mendatang.

Dengan demikian, dia meminta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI untuk mengesekusi rencana perusahaan yang melantai di pasar modal tahun ini.

Adapun, BEI tidak berhasil membawa perusahaan potensial untuk melantai di bursa pada kuartal I-2026.

IPO pertama tahun ini baru terlaksana pada 10 April 2026 yakni PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA).

Saat itu, WBSA menghimpun dana segar sekitar Rp302,4 miliar dengan melepas 1,8 miliar saham kepada publik atau sekitar 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Situasi pencatatan saham perdana itu berbalik dari torehan IPO sepanjang kuartal I-2025 yang terbilang ramai.

Sebanyak 11 perusahaan melantai di bursa saat itu dengan antusias pasar yang relatif tinggi.

(naw)

No more pages