Sebelumnya, eks Kepala BGN Dadan Hindayana memberikan klarifikasi bahwa seluruh unit motor yang diproduksi merupakan hasil karya dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5%. Dadan mengatakan produksi dilakukan di fasilitas manufaktur yang berlokasi di Citeureup, Jawa Barat.
“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri nasional melalui penggunaan produk dalam negeri dengan TKDN yang signifikan,” ujar Dadan.
Spesifikasi Motor Listrik MBG
Sebelumnya, di media sosial viral video yang menunjukkan deretan motor baru berlogo MBG. Setelah ditelusuri, motor tersebut berbasis listrik dengan model bernama Emmo JVX GT.
Model tersebut tercatat disediakan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal, sebuah perusahaan penyedia logistik, pengadaan umum, alat kesehatan dan ekspor-impor yang didirikan sejak 2016 dan berbasis di Jakarta.
Model tersebut dibekali dengan listrik dengan daya hingga 7.000 watt, yang memungkinan kendaraan dapat melaju hingga 85 km/jam. Baterainya tercatat memiliki kapasitas 72 Volt 31 Ampere-hour (Ah), yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 70 km.
Baterai tersebut juga telah dibekali pendukung fitur fast charging dengan estimasi perkiraan waktu pengisian hingga 100% sekitar 1,5 jam. Dari 30%-60% diklaim bisa dalam waktu 1 jam.
Dari sisi dimensi, motor tersebut memiliki bobot beban 110 kg dengan kapasitas angkut hingga 200 kg. Sementara, panjang 2.080 mm, lebar 860 mm, dan tinggi 1.150 mm dengan ground clearance 320 mm.
Berdasarkan data sistem informasi elektronik terintegrasi yang dikembangkan oleh LKPP untuk pengadaan barang/jasa nasional atau Inaproc, harga motor tersebut dibanderol Rp49,95 juta dan sudah termasuk PPN.
Namun, dalam laman resminya, Emmo membanderol harga motor tersebut senilai Rp56,8 juta. Perusahaan tersebut memiliki alamat kantor di wilayah Sentul, Babakan Madang, Bogor Jawa Barat.
(dov/frg)


























