Logo Bloomberg Technoz

Dalam tujuh hari perdagangan, harga emas dunia berhasil mencatat kenaikan 0,47% secara point–to–point. Namun perjalanannya tidak mulus.

Ketidakpastian masih terus membayangi harga emas di pasar global, perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menyudahi konflik rasanya semakin abu–abu.

Presiden AS Donald Trump mengatakan, mengutip Bloomberg News, negosiasi perdamaian telah memasuki tahap “akhir”, sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyatakan bahwa “belum ada kemajuan nyata yang berhasil dicapai.”

Sementara itu, Hizbullah yang didukung Teheran menolak gencatan senjata antara Israel dan Libanon yang dimediasi Washington, menimbulkan keraguan terhadap upaya Trump untuk mengakhiri konflik di kawasan Timur Tengah tersebut.

Dampak langsungnya, gangguan berkepanjangan terhadap arus energi melalui Selat Hormuz akibat perang telah mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Apabila Timur Tengah terus panas dan harga energi naik tidak terkendali, maka dunia akan dihantui ancaman inflasi tinggi. Akibatnya, tentu sulit bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non–yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

(fad)

No more pages