Untuk perdagangan hari ini, Jumat (5/6/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut tekanan jual berlanjut dari perdagangan sebelumnya akibat maraknya berbagai rumor di pasar domestik di tengah rendahnya kepercayaan investor.
Saat ini, diproyeksikan IHSG akan cenderung bergerak terbatas dengan range support pada 5.813 dan resistance pada 6.060. Minimnya katalis positif dan ketidakpastian yang terjadi membuat IHSG bergerak terbatas.
“Selain itu, pasar juga akan mencermati pergerakan mata uang rupiah dan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls yang berpotensi mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah MDKA, dan TINS.
Yang juga jadi perhatian pasar, melansir Phintraco Sekuritas, DPR mengesahkan UU P2SK yang juga akan mengatur Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menerbitkan surat utang khusus, yakni Patriot Bond dan Merah Putih Bond. Penerbitan obligasi tersebut dimaksudkan untuk memperluas sumber pendanaan jangka panjang bagi proyek-proyek strategis nasional sekaligus memperkuat kapasitas investasi Danantara.
Sementara itu Danantara juga berencana akan menerbitkan surat utang global senilai US$5 miliar. Obligasi tersebut telah diberi peringkat Baa2 dengan outlook negatif oleh Moody's. Penerbitan surat utang oleh Danantara ini diharapkan dapat memperdalam struktur modal nasional dan membiayai program pembangunan tanpa membebani APBN.
Adapun penutupan Selat Hormuz yang terus berkelanjutan telah menyebabkan guncangan inflasi, kalender ekonomi AS pekan ini sebagian besar berfokus pada pasar tenaga kerja. Pasar akan menantikan data Nonfarm Payrolls bulan Mei yang akan dirilis nanti malam, di mana kemungkinan akan memberikan indikasi utama apakah kekuatan pasar tenaga kerja baru-baru ini akan berlanjut.
“Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross. Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700–5.800,” mengutip paparan Phintraco.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham ADRO, ANTM, MDKA, TINS, dan INCO.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya mayoritas Bursa Wall Street dan konfirmasi dari Kementerian ESDM bahwa skema gross split 70:30 untuk sektor tambang masih dalam kajian serta belum final diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Di sisi lain masih berlanjutnya aksi jual investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.740–5.640 dan resistance 5.940–6.040,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham TLKM, EMAS, MDKA, TINS, ADRO, dan PTBA.
Panin memproyeksikan IHSG lanjut melemah, disebabkan oleh tensi global yang kembali meningkat, ketidakpastian kebijakan dalam negeri, serta masih derasnya outflow dana asing.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ADMR, TINS, dan MIKA.
(fad)


























