Logo Bloomberg Technoz

Namun menariknya, saham big caps potensial PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) berhasil menguat 5,74% menuju Rp3.500/saham. Begitu juga dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 7,33% di posisi Rp2.490/saham. Kemudian PT Timah Tbk (TINS) melesat 7,37% di posisi Rp3.060/saham.

Kenaikan harga saham AMMN, MDKA, hingga TINS turut menahan kejatuhan IHSG. Berikut adalah deretan saham-saham yang berhasil sedikit meredakan IHSG hari ini:

  1. Sinar Mas Multiartha (SMMA) menyumbang 7,14 poin
  2. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 5,8 poin
  3. Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 5,24 poin
  4. Merdeka Copper Gold (MDKA) menyumbang 4,48 poin
  5. MNC Digital Entertainment (MSIN) menyumbang 4,27 poin
  6. Merdeka Gold Resources (EMAS) menyumbang 3,62 poin
  7. Aneka Tambang (ANTM) menyumbang 2,83 poin
  8. Global Digital Niaga (BELI) menyumbang 2,11 poin
  9. Alamtri Resources Indonesia (ADRO) menyumbang 1,7 poin
  10. Timah (TINS) menyumbang 1,23 poin

Namun, rebound IHSG dibatasi kejatuhan saham–saham sebagai berikut:

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menekan 14,19 poin
  2. Bank Central Asia (BBCA) menekan 9,41 poin
  3. Barito Pacific (BRPT) menekan 8,48 poin
  4. Astra International (ASII) menekan 8,42 poin
  5. Bank Mandiri (BMRI) menekan 6,29 poin
  6. Barito Renewables Energy (BREN) menekan 5,93 poin
  7. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menekan 5,55 poin
  8. Chandra Asri Pacific (TPIA) menekan 4,98 poin
  9. Ekamas Mora Republik (MORA) menekan 4,95 poin
  10. Bank Negara Indonesia (BBNI) menekan 4,88 poin

IHSG tersengat pelemahan mayoritas indeks di bursa global dan berlanjutnya depresiasi rupiah di tengah minimnya sentimen positif. Rupiah pun ditutup melemah 0,46% di level Rp18.033/US$ yang merupakan rekor penutupan paling rendah sepanjang sejarah.

Rupiah Melemah (lagi) Cetak All Time Low Baru pada 4 Juni (Bloomberg)

Mengutip riset Phintraco Sekuritas, tekanan jual berlanjut dari perdagangan sehari sebelumnya akibat maraknya berbagai macam rumor di pasar domestik di tengah ketidakpastian yang tinggi serta rendahnya kepercayaan investor.

Meningkatnya ketegangan AS-Iran yang berdampak pada kenaikan harga minyak serta kecemasan akan potensi meningkatnya inflasi, turut membayangi IHSG. 

Secara teknikal, terjadi pelebaran histogram negatif MACD dan Stochastic RSI membentuk death cross di area pivot.

“Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah intradaynya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700–5.800,” tulis Phintraco Sekuritas, dalam catatan terbarunya pada Kamis siang.

Panin Sekuritas menyebut, fokus Investor saat ini adalah ke domestik, di mana sejumlah kebijakan direspon negatif oleh investor terkait sentralisasi ekspor, pengetatan pajak UMKM serta defisit fiskal yang melebar yang diperparah oleh pergerakan nilai tukar rupiah serta antisipasi review dari lembaga pemeringkat rating seperti S&P, Moody's dan Fitch yang dapat menurunkan rating obligasi Indonesia.

(fad)

No more pages