Logo Bloomberg Technoz

Analis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) Erindra Krisnawan mengatakan, dampak langsung dari perubahan komposisi konstituen MSCI adalah keluarnya dana asing (net sell).

Berdasarkan perhitungan Erindra, net sell bisa mencapai US$2,2 miliar hingga US$2,7 miliar atau setara sekitar lebih dari Rp48 triliun, meski jumlah ini terbatas hingga berlaku efektifnya hasil rebalancing MSCI pada 29 Mei kemarin.

Meski terbatas, kondisi tersebut tetap membuat IHSG kehilangan dorongan yang selama ini berasal dari saham konglomerasi.

Imbas dari situasi tersebut, Erindra juga memangkas target IHSG tahun ini menjadi 7.200 dari sebelumnya 9.440.

"Revisi ini mencerminkan penghapusan 40% arus dana investor di saham konglomerasi," kata Erindra dalam riset, dikutip Kamis (4/6/2026).

Revisi target itu bukan karena prospek laba emiten memburuk, melainkan karena tidak lagi memasukkan faktor premium saham konglomerasi yang sebelumnya ikut mengerek valuasi pasar.

Dengan kata lain, menurut Erindra, IHSG tahun ini tidak sepenuhnya mencerminkan memburuknya kondisi pasar. Sebaliknya, pasar justru sedang menyesuaikan diri dengan kondisi baru setelah pengaruh saham-saham konglomerasi terhadap indeks berkurang.

Di sisi lain, koreksi yang terjadi membuat valuasi pasar saham Indonesia menjadi jauh lebih menarik. BRIDS mencatat selisih antara earnings yield IHSG dan imbal hasil obligasi pemerintah telah mencapai sekitar 242 basis poin (bps), jauh di atas rata-rata historis 11 tahun yang berada di kisaran minus 31 bps.

"Valuasi saat ini pada dasarnya sudah mencerminkan skenario pesimistis yang cukup ekstrem," ujar Erindra.

BRIDS melihat peluang pemulihan dalam jangka pendek mulai terbuka setelah tekanan dari rebalancing MSCI mereda, pelemahan rupiah memasuki periode yang lebih stabil, dan kekhawatiran terhadap kenaikan harga minyak global mulai berkurang.

(dhf)

No more pages