Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, pada kuartal I-2026 Indonesia memperoleh devisa pariwisata sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp68,28 triliun. Angka tersebut meningkat 6,3% dibandingkan capaian pada kuartal I-2025.

Menurut dia, capaian tersebut harus terus diarahkan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat peran desa wisata sebagai instrumen pemerataan pembangunan.

Kementerian Pariwisata terus mendorong pemberdayaan masyarakat, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, serta kolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal guna memperluas sertifikasi halal bagi pelaku UMKM.

Hingga 30 Mei 2026, Kementerian Pariwisata bersama BPJPH telah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap layanan pariwisata di daerah.

Pemerataan manfaat pariwisata juga didorong melalui penyelenggaraan berbagai event daerah. Program Karisma Event Nusantara yang telah berlangsung di 15 provinsi tercatat melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp45,57 miliar.

“Event bukan hanya ruang promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat. Di sana ada UMKM, seniman, pekerja kreatif, komunitas, pelaku transportasi, kuliner, akomodasi, dan berbagai sektor pendukung lainnya yang ikut bergerak,” kata Widiyanti.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga memperkuat dukungan kepada daerah melalui program tugas pembantuan di 38 provinsi. Program tersebut mencakup pelatihan keselamatan berwisata, pembuatan konten promosi daerah, hingga dukungan penyelenggaraan event untuk meningkatkan kualitas destinasi dan mendorong pergerakan wisatawan.

Widiyanti menegaskan pembangunan pariwisata ke depan harus semakin berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, Kementerian Pariwisata akan terus memperkuat kolaborasi dengan DPR, pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, pelaku industri, komunitas, serta masyarakat.

“Pekerjaan rumah kita masih besar. Namun arah kita jelas: pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berpihak kepada masyarakat. Pariwisata harus menjadi kekuatan ekonomi yang tumbuh bersama rakyat dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” ujarnya.

(dec)

No more pages