Logo Bloomberg Technoz

Bahkan kini Kuwait dan Bahrain menjadi korban karena berada di tengah konflik tersebut. Iran menyerang pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait.

“Timur Tengah masih menjadi sumber utama ketidakpastian. Kabar yang datang akan mempengaruhi pasar. Siklus eskalasi dan de-eskalasi membuat situasi menjadi menantang bagi investor untuk mengukur risiko,” tutur Ahmad Assiri, Market Strategist di Pepperstone Group Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Konflik yang kembali memanas di wilayah tersebut membuat harga minyak melonjak. Kemarin, harga minyak jenis brent naik hampir 2% dan ditutup di US$ 97,81/barel.

Apabila Timur Tengah terus panas dan harga energi naik tidak terkendali, maka dunia akan dihantui ancaman inflasi tinggi. Akibatnya, tentu sulit bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 40. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Kemudian indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 33. Menghuni area jual (short) yang kuat.

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang naik. Cermati pivot point di US$ 4.461/troy ons.

Dari situ, harga berpotensi menguji resisten di rentang US$ 4.485-4.500/troy ons. Resisten lanjutan ada di US$ 4.536/troy ons dengan US$ 4.571/troy ons sebagai target paling optimistis.

Namun kalau harga emas turun lagi, maka US$ 4.433/troy ons sepertinya bisa menjadi target support terdekat. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga ke level US$ 4.422-4.404/troy ons.

Target paling pesimistis ada di US$ 4.345/troy ons.

(aji)

No more pages