Untuk outlook 2026, produksi gas diperkirakan mencapai sekitar 6.787 MMSCFD dan salur gas sebesar 5.400 MMSCFD.
Djoksis juga menyampaikan bahwa asumsi Indonesian Crude Price (ICP) tahun 2026 diperkirakan mencapai US$86 per barel, sedangkan untuk 2027 diproyeksikan turun menjadi US$80 per barel.
Djoksis mengatakan pihaknya sedang mengusulkan beberapa proyek strategis nasional sektor migas, kemudian insentif dan perizinan, untuk mendorong target lifting minyak tahun ini tercapai.
“Semoga teman-teman KKKS, kami juga telah mendapat dukungan dari bapak-ibu [anggota DPR], dari pemerintah untuk perizinan, pengecualian itu akan sangat membantu mencapai target pengeboran utama,” ungkap dia.
Selain itu, SKK Migas juga meminta adanya stabilitas regulasi dari para pemangku kepentingan, khususnya terkait kontrak-kontrak migas yang sudah disepakati dan ditandatangani.
Untuk diketahui, pemerintah telah menargetkan lifting minyak nasional sebesar 610.000 barel per hari (bph) pada tahun 2026. Target tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sempat menyebut bahwa salah satu strategi utama yang ditempuh untuk mendukung target ini adalah reaktivasi sumur-sumur tua, termasuk percepatan perizinan puluhan ribu sumur minyak rakyat di sejumlah daerah agar dapat segera berkontribusi terhadap lifting nasional.
"Bahkan sekarang, untuk 40.000 lebih sumur masyarakat, sebagian izinnya sudah kita keluarkan seperti di Jambi dan Sumatra Selatan, sekarang di Jawa Tengah kita sedang mempercepat proses perizinannya," tuturnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Strategi berikutnya yang dilakukan adalah melalui optimalisasi teknologi, antara lain penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan milik Pertamina dan Lapangan Banyu Urip yang dikelola Exxonmobil, yang terbukti mampu meningkatkan produksi minyak.
Di samping itu, Kementerian ESDM juga telah menawarkan lebih dari 100 wilayah kerja (WK) migas, jumlah blok migas itu lebih besar dari target sebelumnya yang dipatok 75 blok migas.
Sebagai catatan, capaian lifting minyak nasional pada 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam APBN senilai 605.300 bph, dibandingkan angka yang dipatok sebelumnya sebesar 605.000 bph.
(smr/ros)



























