Mengingat FTSE Global Equity Index Series saat ini belum mengakui Papan Pengembangan, dan memperhatikan kondisi perdagangan terkini di BEI, saham GOTO akan dikeluarkan dari indeks tersebut.
“Adapun pengumuman MSCI berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan yang timbul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI, sehingga tidak mencerminkan fundamental bisnis Perseroan,” tuturnya.
Dia menegaskan penyesuaian indeks itu tidak berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan. Secara operasional, GOTO terus mencatatkan kinerja yang berbalik positif.
Pada kuartal pertama 2026, GOTO melaporkan laba bersih kuartalan pertama kalinya dalam sejarah sebesar Rp171 miliar, yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26% dari tahun sebelumnya menjadi Rp5,3 triliun.
Perseroan tetap mempertahankan pedoman EBITDA grup yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2–3,4 triliun yang setara dengan peningkatan sebesar 60% dari tahun sebelumnya.
“Fundamental bisnis GOTO kuat dan perseroan tetap fokus pada pertumbuhan yang disiplin dan menguntungkan, serta menciptakan nilai bagi seluruh pelanggan dan pemegang saham,” tuturnya.
Risiko MSCI
Sebelumnya, penyedia indeks global MSCI menyoroti rendahnya likuiditas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
MSCI mewanti-wanti akan mendepak GOTO dari indeks bergengsi itu apabila kondisi likuiditas yang minim itu berlanjut sampai tinjauan indeks Agustus 2026 mendatang.
Tinjauan ulang nanti akan sejalan dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes.
“Sebagai bagian dari tinjauan indeks Agustus 2026 dan akan menghapus GOTO apabila gagal memenuhi persyaratan likuiditas yang relevan pada saat itu,” dikutip dari pengumuman resmi MSCI, Rabu (27/5/2026).
MSCI belakangan mengidentifikasi persoalan likuiditas saham GOTO yang seret itu sejak penutupan perdagangan 13 Mei 2026.
Saat itu, saham GOTO diperdagangkan pada harga minimum di level Rp50 per saham sampai penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026).
“Karena adanya potensi masalah replikasi indeks yang terkait dengan sangat rendahnya likuiditas GOTO akibat perdagangan pada harga minimum yang dapat diperdagangkan sebesar Rp50,” tulis MSCI dalam pengumumannya.
Di sisi lain, MSCI membekukan rebalancing untuk saham GOTO pada tinjauan Mei 2026 yang akan berlaku efektif 1 Juni pada 2026.
Pembekuan itu berkaitan dengan jumlah saham atau number of shares (NOS), faktor kepemilikan asing atau foreign inclusion factor (FIF), pembatas bobot (constraint factor), dan tidak ada penghapusan atau inklusi saham ke dalam indeks.
Dengan demikian, saham GOTO tetap berada pada MSCI Global Standard Index sampai tinjauan ulang Agustus 2026.
(naw)




























