Logo Bloomberg Technoz

BI Proyeksi Neraca Transaksi Berjalan RI 2026 Defisit 1,3%-0,05%

Mis Fransiska Dewi
22 July 2026 14:55

Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)
Gubernur Bi, Perry Warjiyo saat konfrensi pers RDG bulan Maret 2025. (Youtube Bank Indonesia)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan masuknya kembali investasi portopolio asing (net inflow) pada triwulan II-2026 yang mencapai US$8,5 miliar. Penyebab utamanya masuknya investor asing ke instumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sertifikat Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan masuknya aliran dana modal asing ini karena meningkatnya imbal hasil instrumen keuangan domestik dan tren masuknya aliran dana asing ini juga masih berlanjut pada triwulan III-2026 di mana hingga 20 Juli 2026 dari SBN mencatat net inflow sebesar US$0,1 miliar.

“Posisi Cadangan Devisa pada akhir Juni 2026 tetap terjaga sebesar US$1,45 miliar atau setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadangan devisa dimaksud berada di atas standar kecukupan internasional di atas 3 bulan impor.,” ungkap Perry Warjiyo dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7/2026).


BI memperkirakan kinerja transaksi berjalan pada 2026 tetap sehat dalam kisaran defisit 1,3% hingga 0,05% dari PDB.

“Penguatan sinergi pemerintah dan BI terus ditempuh untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi nasional dan sekaligus memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dalam menghadapi gejolak global,” terang Perry.