“Aksi korporasi ini dilakukan selain menyederhanakan portofolio juga mendapatkan unlock value, serta mengikuti aspirasi PT Danantara Asset Management (Persero) dalam penataan anak perusahaan (streamlining) di lingkungan BUMN," ujar Jati.
Dalam transaksi tersebut, TelkomMetra dan PT Metra Digital Investama Ventura (MDI) melepas seluruh kepemilikan mereka di AdMedika yang mencapai 452.330 lembar saham atau setara 100% modal ditempatkan dan disetor penuh.
Dari jumlah tersebut, TelkomMetra menguasai 452.329 saham atau sekitar 99,99%, sedangkan MDI memiliki satu lembar saham atau 0,01%.
Seluruh saham tersebut dialihkan kepada Fullerton yang bertindak sebagai selected purchaser dalam proses divestasi.
Telkom berharap transaksi ini dapat mendukung transformasi grup menuju Strategic Holding sekaligus memaksimalkan penciptaan nilai dari aset yang dilepas.
Sebagai informasi, AdMedika selama ini dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan administrasi kesehatan dan pengelolaan manfaat kesehatan.
Pelepasan kepemilikan di perusahaan tersebut menunjukkan langkah Telkom untuk semakin memfokuskan sumber daya dan investasinya pada sektor telekomunikasi dan layanan digital yang menjadi mesin pertumbuhan utama grup.
Jati menambahkan, meski melepas salah satu portofolio bisnisnya, manajemen TLKM memastikan transaksi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Adapun, perseroan menilai aksi korporasi tersebut justru akan memberikan manfaat bagi grup dalam mendukung agenda transformasi dan optimalisasi portofolio usaha yang sedang dijalankan.
(cpa/naw)






























