Laboratorium Fiber Optik Telkom Akses Hadir di SMK 3T

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Telkom Akses, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pemerataan kualitas sumber daya manusia digital di Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui peresmian Laboratorium Fiber Optik bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar.
Peresmian laboratorium dilaksanakan secara hybrid pada Jumat, 26 Juni, dengan pusat kegiatan di SMKN 1 Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Acara tersebut juga terhubung secara daring dengan SMKN 1 Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur serta SMKN 1 Kabupaten Sorong di Papua Barat Daya.
Program ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama antara Telkom Akses dan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan kompetensi pendidikan vokasi di wilayah 3T.
Melalui program tersebut, Telkom Akses berupaya memperluas akses pendidikan berbasis teknologi sekaligus menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri telekomunikasi dan digital.
Direktur Human Capital and Information Technology Telkom Akses, Nizar, mengatakan bahwa dunia industri memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi agar mampu menghasilkan talenta yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.
"Transformasi digital Indonesia tidak akan optimal apabila peningkatan kualitas SDM hanya terpusat di kota kota besar. Dunia industri memiliki peran penting untuk membantu memperluas akses terhadap pendidikan dan kompetensi, termasuk di wilayah 3T yang masih menghadapi berbagai keterbatasan," ucap Nizar.
Menurutnya, pemerataan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata di seluruh Indonesia, termasuk di daerah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas pendidikan.
Tingkatkan Kompetensi Guru dan Siswa SMK
Program bantuan pendidikan yang dijalankan Telkom Akses memiliki nilai lebih dari Rp100 juta. Pelaksanaannya berlangsung selama enam bulan dengan menyasar tiga sekolah yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ketiga sekolah tersebut meliputi SMKN 1 Tuhemberua di Kabupaten Nias Utara, SMKN 1 Kabupaten Kupang, serta SMKN 1 Kabupaten Sorong. Ketiganya berada di kawasan yang menjadi prioritas pengembangan pendidikan vokasi.
Salah satu fokus utama program adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan intensif selama lima hari. Materi yang diberikan dirancang agar sesuai dengan standar industri telekomunikasi saat ini.
Pelatihan mencakup konsep dasar teknologi fiber optik, instalasi perangkat Integrated Optical Distribution Network atau IODN, instalasi jaringan akses, teknik penyambungan serat optik, hingga pengukuran jaringan fiber optik.
Setelah menyelesaikan pelatihan, seluruh peserta memperoleh Sertifikat Kompetensi Level Basic atau KKNI Level 3. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi bekal bagi para guru untuk mentransfer ilmu kepada siswa di sekolah masing masing.
Selain peningkatan kompetensi tenaga pengajar, Telkom Akses juga membangun Laboratorium Fiber Optik yang dilengkapi berbagai perangkat simulasi praktik.
Fasilitas tersebut meliputi Joint Closure, Optical Distribution Point atau ODP, tiang beserta perlengkapannya, hingga papan simulasi rumah pelanggan. Seluruh perangkat dirancang agar proses pembelajaran mendekati kondisi kerja di lapangan.
Laboratorium praktik tersebut dikembangkan oleh Fiber Academy Telkom Akses melalui kolaborasi berbagai unit perusahaan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi secara berkelanjutan.
Nizar berharap keberadaan laboratorium dan program Fiber Academy dapat membuka peluang yang lebih luas bagi siswa di berbagai daerah untuk berkembang menjadi tenaga profesional di sektor digital.
"Melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta sekolah vokasi, industri dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan lapangan melalui penyediaan fasilitas praktik, peningkatan kompetensi guru, dan sertifikasi. Dengan demikian, semakin banyak talenta dari berbagi daerah memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan industri digital nasional," tutup Nizar.
Program ini diperkirakan memberikan manfaat kepada lebih dari 1.400 siswa yang berasal dari tiga SMK penerima bantuan. Para siswa tidak hanya memperoleh fasilitas pembelajaran yang lebih lengkap, tetapi juga kesempatan meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Sebagai bagian dari penguatan pendidikan vokasi, peserta didik juga memperoleh kesempatan mengikuti Praktik Kerja Lapangan di Sentral Telepon Otomat atau STO Telkom terdekat selama maksimal enam bulan.
Pengalaman praktik langsung tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan teknis siswa sekaligus memperkenalkan budaya kerja di industri telekomunikasi.
Ke depan, laboratorium yang telah diresmikan akan difungsikan sebagai pusat pembelajaran berkelanjutan bagi guru maupun siswa. Fasilitas tersebut diharapkan terus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK di wilayah 3T.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan sekolah vokasi, Telkom Akses menegaskan komitmennya dalam menciptakan pemerataan kompetensi digital di Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak talenta yang siap bersaing dan berkontribusi terhadap percepatan transformasi digital nasional.

































