“Pemahaman yang lebih mendalam mengenai mengapa beberapa sistem kesehatan mampu bertahan lebih baik terhadap tekanan pandemi Covid-19 dapat memberikan pelajaran berharga untuk kesiapsiagaan menghadapi krisis di masa mendatang,” kata Isabelle Soerjomataram, wakil kepala Cabang Surveilans Kanker lembaga tersebut sekaligus penulis senior studi.
Para penulis mengatakan bahwa penghentian sementara program skrining kanker, berkurangnya akses ke layanan kesehatan primer, serta keengganan pasien untuk mencari pertolongan medis karena khawatir tertular Covid kemungkinan menjadi faktor yang menyebabkan penurunan diagnosis.
Meskipun studi tersebut menemukan bukti yang terbatas mengenai pergeseran langsung menuju kanker stadium lebih lanjut selama 2020, konsekuensi jangka panjangnya masih belum pasti. Gangguan layanan perawatan kanker terkait pandemi di Amerika Serikat diperkirakan berhubungan dengan sekitar 17.390 kematian kanker tambahan dalam satu tahun setelah diagnosis selama 2020 dan 2021, menurut estimasi para peneliti dalam sebuah studi yang diterbitkan di JAMA Oncology pada Februari.
(bbn)



























