Logo Bloomberg Technoz

Ketua MGBKI, Prof. Dr. dr. Budi Iman Santoso, menegaskan bahwa ilmu kedokteran harus dibangun di atas prinsip kebenaran, kejujuran, etika, dan tanggung jawab akademik. Menurutnya, setiap bentuk pelanggaran integritas ilmiah dapat merusak kredibilitas dunia akademik dan profesi kedokteran.

“MGBKI menegaskan bahwa ilmu kedokteran hanya dapat berdiri di atas kebenaran, kejujuran, etika, dan tanggung jawab akademik,” kata Budi Iman dalam keterangannya, dikutip 28 Mei lalu.

Dalam pernyataannya, MGBKI menyoroti sejumlah dugaan pelanggaran serius yang mencakup fabrikasi data, falsifikasi hasil penelitian, plagiarisme, pemalsuan identitas, pencatutan afiliasi institusi, manipulasi kepengarangan, hingga pemanfaatan AI untuk menghasilkan karya ilmiah fiktif.

MGBKI menilai perkembangan teknologi, termasuk AI, memang dapat membantu proses penelitian dan penulisan ilmiah. Namun, penggunaan teknologi tersebut harus tetap berada dalam koridor etika akademik dan tidak boleh digunakan untuk menghasilkan data atau temuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Kasus ini menjadi perhatian karena berpotensi mencoreng reputasi peneliti dan institusi pendidikan Indonesia di tingkat internasional. Sejumlah pihak pun mendorong adanya evaluasi dan penguatan pengawasan terhadap praktik penelitian guna menjaga integritas serta kepercayaan terhadap hasil-hasil riset yang dihasilkan oleh akademisi Indonesia.

(dec)

No more pages