Dengan adanya downtime tersebut, wajib pajak yang hendak mengakses layanan administrasi perpajakan melalui Coretax diimbau untuk menyesuaikan jadwal kegiatannya sebelum atau setelah masa pemeliharaan sistem berakhir.
Atas gangguan layanan yang timbul selama proses pemeliharaan berlangsung, DJP juga menyampaikan permohonan maaf kepada wajib pajak dan para pengguna layanan perpajakan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang pernah mengakui terdapat kesalahan dalam sistem perpajakan Coretax yang menyebabkan banyak wajib pajak kesulitan mengakses. Permasalahan Coretax berada pada desain yang salah dan perangkat lunak yang masih belum mendukung.
Purbaya menyebut akan terus membenahi sistem Coretax yang hingga saat ini masih menuai banyak keluhan dari wajib pajak.
Menurutnya, persoalan pada sistem Coretax tidak hanya disebabkan oleh kendala teknis, tetapi juga berkaitan dengan desain sorta dugaan adanya celah yang bisa dimanfaatkan pihak tertentu.
"Pertama salah desain. Dengan program baru, kenapa sulit dipakai? Rupanya salah satu kelemahannya ada service jasa software atau aplikasi yang menghubungkan Coretax dengan nasabah. Itu kalah cepat kalau pakai itu," ungkap Purbaya di kantor Kementerian Keuangan pada Maret 2026.
Dia mengungkapkan, hasil investigasi awal menemukan sejumlah kejanggalan pada sistem, termasuk gangguan berulang berupa proses yang berjalan tanpa kejelasan sebelum akhirnya keluar dengan sendirinya.
“Coretax itu agak aneh. Kemarin saya investigasi ada yang muter-muter. Tiba-tiba muter-muter, keluar lagi. Ada apa nih? Rupanya ada sistem yang masuk ke service-nya salah satu perusahaan yang saya udah bilang, jangan ke situ lagi. Dipakai lagi ke situ,” ujar Purbaya.
Meski demikian, Purbaya belum bisa memastikan apakah kondisi tersebut disengaja atau merupakan dampak dari lemahnya perencanaan.
Ke depan, Kementerian Keuangan khususnya jajaran Direktorat Jenderal Pajak akan membenahi secara menyeluruh, termasuk menata ulang integrasi dengan pihak luar serta memperbaiki struktur sistem yang dinilai masih bermasalah.
“Untuk yang kusut-kusut tadi yang muter-muter, kita akan pastikan dia tidak memakai service dari perusahaan yang lelet tersebut. Terus untuk software Coretax-nya sendiri nanti kan kita perlu baiki terus. Ini kan di sini ada tim untuk perbaiki terus-menerus,” ungkap dia.
Selain itu, perbaikan juga menyasar aspek desain dan kemudahan penggunaan agar sistem dapat diakses lebih luas tanpa ketergantungan pada aplikasi tambahan.
Bendahara Negara menegaskan pembenahan Coretax bakal dilakukan secara bertahap, mengingat sistem tersebut merupakan program baru yang masih terus disempurnakan.
(lav)



























