Logo Bloomberg Technoz

IHSG Berpotensi Bergerak Sideways, Investor Soroti Ekspor via DSI

Cahya Puteri Abdi Rabbi
02 June 2026 07:00

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak sideways pada perdagangan hari ini (2/6/2026) di rentang 6.000-6.300, setelah ditutup melemah tipis 0,05% ke level 6.127 pada perdagangan Jumat (29/5) lalu.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat menguat hingga level 6.230 seiring efektifnya rebalancing indeks MSCI periode Mei 2026. Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot, sementara histogram negatif MACD tercatat terus menyempit.

Pelaku pasar juga mencermati implementasi ekspor komoditas melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang mulai berlaku pada 1 Juni 2026. Implementasi tersebut menjadi masa transisi yang mewajibkan eksportir melaporkan kegiatan ekspornya melalui DSI.


“Investor akan memantau transparansi pelaksanaan kebijakan tersebut serta dampaknya terhadap kinerja emiten yang terkait dengan sektor komoditas,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Selasa (2/6/2026).

Selain itu, perhatian pasar tertuju pada kebijakan pemerintah yang akan memberikan insentif pajak bagi eksportir yang menempatkan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) di dalam negeri. Fasilitas tersebut mencakup tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang lebih rendah, dengan besaran tarif disesuaikan dengan jangka waktu penempatan dana dan dapat mencapai 0%.