Logo Bloomberg Technoz

Kebijakan tersebut dinilai memberikan manfaat bagi eksportir melalui pengurangan beban pajak, penawaran suku bunga yang kompetitif, serta pemanfaatan DHE SDA sebagai agunan kredit. Di sisi lain, perbankan berpotensi memperoleh tambahan dana valuta asing dan peningkatan likuiditas.

Dari agenda data ekonomi, pasar menantikan rilis inflasi Mei 2026 yang diperkirakan meningkat menjadi 3,1% secara tahunan atau year on year (YoY) dari 2,42% YoY pada April 2026. Secara bulanan atau month on month (MoM), inflasi diperkirakan naik menjadi 0,2% dari 0,13%.

“Pelaku pasar juga menunggu data neraca perdagangan April 2026 yang diproyeksikan mencatat surplus sebesar US$0,5 miliar, lebih rendah dibandingkan surplus US$3,32 miliar pada Maret 2026,” lanjut riset tersebut.

Selain itu, indeks manufaktur PMI Indonesia pada Mei 2026 diperkirakan berada di level 49,1, turun dari 49,5 pada bulan sebelumnya. Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang dicermati investor untuk melihat kondisi aktivitas manufaktur domestik.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan bahwa volume penjualan cenderung mengecil pada perdagangan akhir pekan lalu. Adapun, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam. 

“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” kata Herditya. 

(lav)

No more pages