Logo Bloomberg Technoz

Marcos juga mengatakan negaranya dan Jepang memiliki komitmen bersama untuk memperkuat keamanan maritim guna memastikan supremasi hukum tetap berlaku di kawasan.

Bulan lalu, dia menyatakan Filipina kemungkinan akan terlibat jika terjadi konflik terkait Taiwan karena kedekatannya dengan pulau tersebut, sebuah sikap yang membuat Beijing tidak senang.

Takaichi pada November lalu mengatakan bahwa invasi China ke Taiwan dapat menjadi alasan yang membenarkan Jepang mengirim pasukan, memicu perselisihan dengan Beijing yang masih berlanjut.

Pekan lalu, China telah memberi sinyal ketidakpuasannya terhadap pembicaraan mengenai batas wilayah tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning mengatakan pada Jumat bahwa negaranya memiliki zona ekonomi eksklusif dan hak landas kontinen di kawasan itu berdasarkan hukum domestik maupun internasional, serta menyebut pembahasan antara Tokyo dan Manila sebagai sesuatu yang “ilegal, batal, dan tidak memiliki kekuatan hukum.”

Penjaga Pantai China sebelumnya juga pernah berpatroli di timur Taiwan. Salah satu misi pada April tahun lalu mencakup latihan untuk menangkap “separatis” Taiwan yang mencoba melarikan diri melalui laut, menurut media pemerintah Global Times saat itu. China Coast Guard (CCG) juga ikut ambil bagian dalam latihan militer yang semakin sering digelar Beijing di sekitar Taiwan sebagai upaya mengintimidasi pemerintah di Taipei.

Pada Minggu, Yuyuantantian, akun media sosial yang berafiliasi dengan stasiun televisi pemerintah China Central Television, mengutip seorang peneliti yang memperingatkan bahwa Jepang dan Filipina akan menghadapi “langkah balasan yang bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya” jika mereka melanjutkan pembahasan tersebut.

Peneliti itu berasal dari Chinese Academy of Social Sciences, sebuah lembaga kajian milik pemerintah China.

(bbn)

No more pages