Logo Bloomberg Technoz

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia belakangan berada di posisi kedua tercepat di negara G-20 setelah India. Kemudian, kondisi geopolitik global di Timur Tengah yang kian mereda turut memberikan harapan positif ke depan.

Hal ini menandakan prospek ekonomi kuat, sehingga pelemahan nilai tukar rupiah belum menjadi penghambat terhadap aktivitas ekonomi di dalam negeri.

"AS, Iran, dan Israel sangat dekat untuk mencapai kesepakatan, bukan? Jadi prospek perdamaian, kondisi global yang lebih baik ada di sana. Dan saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan akan jauh lebih baik daripada sekarang."

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) lalu, rupiah memang masih terdepresiasi 0,48% ke posisi Rp17.874 per dolar AS, sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah.

Sepanjang Mei, mata uang republik secara bertahap melemah dan tercatat membukukan depresiasi 2,91%. rupiah pun sah melemah tiga bulan beruntun. Sejak awal tahun, rupiah juga telah susut hampir 7%.

(ibn/del)

No more pages