Logo Bloomberg Technoz

Minyak Dunia Mulai Kalem, Bisakah Harga BBM di RI Turun Besok?

Azura Yumna Ramadani Purnama
31 May 2026 16:00

Bensin menetes dari nosel bahan bakar. Fotografer: Oliver Bunic/Bloomberg
Bensin menetes dari nosel bahan bakar. Fotografer: Oliver Bunic/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Sejumlah analis dan peneliti memandang terdapat ruang penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada bulan-bulan mendatang, lantaran rerata harga minyak mentah dunia mulai melandai di sekitar US$92/barel.

Analis komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong berpendapat, dengan harga minyak mentah menjauh dari level US$100/barel atau sudah turun hampir 10% menjadi ke sekitar US$90—US$92 per barel, maka harga BBM nonsusbidi berpotensi turun sekitar 6% atau sekitar Rp1.200-an/liter.

Dengan begitu, harga Pertamax Turbo (RON 98) berpotensi turun menjadi Rp18.700/liter dari harga saat ini senilai Rp19.900/liter. Sementara itu, nilai keekonomian Pertamax (RON 92) diprediksi sekitar Rp17.000-an/liter.


“Idealnya, dengan penurunan harga minyak dunia kurang lebih 10% dan kontribusi sebesar 60%—65% pada harga BBM, harga Pertamax Turbo bisa turun sekitar 6% atau Rp1.200 secara kalkulasi langsung,” kata Lukman ketika dihubungi, Minggu (31/5/2026).

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bisa Naik