Saham properti lainnya juga turun hingga pemberat pelemahan IHSG, saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) jatuh 5,26%, saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) ambles 3,59%, dan saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) yang terpeleset 2,91%.
LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan ikut tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG antara lain, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ambles 6,11%, dan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dengan pelemahan 5,22%.
Tren bearish hari ini juga terjadi pada saham LQ45 berikut, saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) melemah 4,79%, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) drop 4,78%. Dan juga saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) terpeleset 4,69%.
Senada, saham LQ45 berikut turut melemah i.a, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) drop 4,67%, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tertekan 4,61%, dan saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang turun 4,26%.
Phintraco Sekuritas menyebut, IHSG ditutup melemah tipis di level 6.127 pada perdagangan Jumat, setelah sebelumnya sempat menguat hingga level 6.230.
Kendatipun terjadi tekanan jual terhadap beberapa saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI, namun pelemahan yang berlangsung tidak sedalam yang digelisahkan pasar, dan beberapa saham justru berhasil mengalami kenaikan.
“Hal ini diduga karena sebelumnya rebalancing indeks MSCI ini sudah diantisipasi oleh investor,” papar Phintraco.
Rupiah yang terus–menerus berlanjut melemah pada level terendah di Rp17.874/US$ di pasar spot, berdasarkan data Bloomberg, Jumat (29/5/2026), turut jadi pemberat IHSG.
“Secara teknikal, Stochastic RSI melanjutkan reversal ke arah pivot dan histogram negatif MACD berlanjut menyempit,” analisis Phintraco.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.000–6.300 pada pekan depan.”
(fad)




























