Logo Bloomberg Technoz

“Kita akan melaksanakan elektrifikasi energi terbarukan dari tenaga surya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita akan membangun 100 gigawatt. Itu sudah perintah saya. Itu sudah keputusan saya dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” ungkap Prabowo pada acara Syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Danantara Indonesia di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P Hutajulu menyebut pemerintah terus mematangkan proyek ini dengan target pertama dibangun PLTS sebesar 17 GW. 

“Komitmen pemerintah menuju pemerataan energi terbarukan di tempat terpencil. Mulai dari pengembangan PLTS 100 GW. Pak Rizal [Direktur Manajemen Pembangkitan PLN] kita sudah sampaikan, tahap awal adalah 17 GW,” ungkap Jisman dalam agenda Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Rabu (20/5/2026). 

Jisman juga mengungkap bahwa dibandingkan dengan pembangkit lain, PLTS dinilai tidak memiliki teknologi yang terlalu kompleks atau rumit, sehingga target 17 GW tahap pertama dirasa bisa tercapai. 

“Rasanya sih saya yakin, kami juga membuka peluang sebesar-besarnya pada pengusaha muda Indonesia untuk berinvestasi [dalam PLTS]," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary mengatakan target 17 GW tahap pertama PLTS dibidik selesai secepatnya. Meski begitu, Rizal menambahkan PLN menargetkan tahap pertama ini bisa selesai pada tahun 2028 mendatang.

“Tahun 2028, tapi kalau bisa secepatnya,” ujar Rizal saat ditemui. 

Dia juga menyakinkan bahwa listrik yang berasal dari PLTS 100 GW ini 100% akan diserap oleh PLN dengan harga US$6 per kilowatt hour (kWh). 

“Harganya kemarin 6 dolar per kWh, dan mereka [produsen PLTS] udah oke,” katanya.

Dalam catatan Kementerian ESDM, total kapasitas terpasang PLTS sepanjang 2025 sudah mencapai 1,5 GW, dengan kapasitas PLTS atap saja mencapai 895 MW. Padahal Indonesia memiliki total potensi tenaga listrik berbasis tenaga surya hingga 3.294 GW. 

“Secara keseluruhan itu sudah mencapai 1,5 GW dan khusus PLTS atap ini sudah mencapai 895 MW. Kita masih berjuang nih untuk bisa lebih dari 1 GW,” ungkap Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi dalam agenda National Solar Transition Forum di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Di sisi lain, dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik RUPTL 2025-2034, pemerintah menargetkan tambahan kapasitas PLTS PLN hingga 17,1 GW.

(smr/ros)

No more pages