Perwakilan tim Marketing Pinjam Yuk, Nabilah Safa Syafiqah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
“Melalui program ‘Pinjam Yuk Lindungi Hutan’, kami ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem pesisir yang memiliki peran penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat. Penanaman 250 pohon mangrove ini menjadi wujud komitmen PT Kuai Kuai Tech Indonesia melalui platform Pinjam Yuk dalam mendukung upaya pengurangan abrasi, penyerapan emisi karbon, serta menjaga keseimbangan habitat pesisir,” ujar Nabilah.
Menurutnya, keberhasilan program lingkungan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar dampak yang dihasilkan dapat berlangsung dalam jangka panjang. Perusahaan berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu lingkungan dan pelestarian kawasan pesisir.
“Kami percaya kolaborasi bersama Lindungi Hutan dan berbagai pihak dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sejak hari ini untuk generasi mendatang,” katanya.
Kolaborasi Dorong Kepedulian Lingkungan
Kolaborasi antara sektor swasta dan komunitas lingkungan dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat agenda keberlanjutan di Indonesia. Upaya pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
Lindungi Hutan sebagai organisasi yang fokus pada kegiatan konservasi lingkungan menyambut baik kerja sama tersebut. Organisasi ini menilai aksi penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan alam di kawasan pesisir.
Tour Leader Specialist LindungiHutan, Reizha Ananda Setyara, menegaskan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara nyata dan berkelanjutan.
“Kami hadir bukan untuk merusak alam, tapi merawatnya. Bagi kami, keberlanjutan bukan sekadar komitmen tertulis, melainkan tanggung jawab nyata untuk menjaga keseimbangan lingkungan agar tetap lestari dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ujar Reizha.
Ia menambahkan bahwa keberadaan mangrove memiliki fungsi vital bagi lingkungan pesisir. Selain menjadi benteng alami dari abrasi dan gelombang laut, mangrove juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis biota laut yang mendukung keseimbangan ekosistem.
Kegiatan penanaman mangrove di Pantai KSS Tangerang diharapkan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk turut mengambil bagian dalam aksi pelestarian lingkungan. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat sekitar.
Dalam beberapa tahun terakhir, isu perubahan iklim dan kerusakan kawasan pesisir menjadi perhatian berbagai pihak. Abrasi pantai yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dinilai membutuhkan langkah mitigasi yang konkret dan berkelanjutan.
Penanaman mangrove menjadi salah satu solusi berbasis alam yang dinilai efektif untuk membantu mengurangi risiko kerusakan pesisir. Selain memiliki nilai ekologis, program konservasi mangrove juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Melalui program “Pinjam Yuk Lindungi Hutan”, PT Kuai Kuai Tech Indonesia berharap dapat terus menghadirkan inisiatif sosial yang berdampak nyata. Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan melalui kegiatan yang sejalan dengan pelestarian lingkungan.
Aksi penanaman mangrove tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa dunia usaha memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup. Dengan melibatkan berbagai pihak, upaya konservasi diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
(tim)






























