Dia juga mengatakan, seluruh sapi berasal dari sejumlah sumber yang diurus Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Presiden, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah. Meski demikian, dia memastikan seluruh sapi berasal dari peternak lokal sebagai upaya mendorong roda ekonomi dan memacu produksi sapi berkualitas di daerah.
"Momentum ini mereka dapat jadikan sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sapi karena mereka tahu setiap tahun Bapak Presiden akan meminta mereka untuk menyediakan sapi kurban," ujar Juri.
Menurut dia, Presiden Prabowo menyalurkan 598 ekor sapi ke 38 provinsi dan 514 kabupaten atau kota. Beberapa wilayah mendapat lebih dari satu ekor sapi karena peternak lokal tak memiliki sapi dengan bobot standard kepresidenan yaitu minimal 800 kg.
Sisanya, sebanyak 500 ekor sapi dikirimkan ke sejumlah lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Juri mengatakan, Prabowo telah meminta penerima sapi presiden untuk menyalurkan daging potong kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Untuk Masjid Istiqlal [Jakarta] presiden seperti biasa menyerahkan kurban satu Sapi Simmental yang bobotnya 1,3 ton," kata Juri.
(dov/frg)



























