Logo Bloomberg Technoz

Instrumen investasi berbasis reksa dana dengan underlying Bitcoin (ETF BTC spot) di pasar AS juga mengalami arus keluar bersih sekitar US$1 miliar sejauh ini pada Mei.

Pasar ETF Bitcoin Spot sekaligus membalikkan tren arus masuk bersih selama dua bulan dan menambah tanda-tanda bahwa permintaan investor telah mereda.

“Volatilitas Bitcoin mendekati level terendah sepanjang masa,. Minat investor ritel dapat dimengerti beralih ke tempat lain untuk memanfaatkan peluang perdagangan lainnya, seperti yang juga terlihat dari data arus keluar ETF,” kata Caroline Mauron, salah satu pendiri Orbit Markets.

Pelemahan Bitcoin pada Selasa, 26 Mei 2026.

Tentu kondisi ini bertolak belakang dengan lonjakan yang lebih luas di seluruh aset berisiko: Saham di pasar Amerika Serikat melonjak menuju rekor tertinggi berkat harapan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran semakin dekat, sementara indeks Kospi Korea Selatan dan pasar saham Taiwan juga telah menyentuh level tertinggi, didorong oleh permintaan terhadap eksposur di sektor AI dan semikonduktor.

“Arus dana ETF memang negatif bagi Bitcoin, tetapi gambaran umum risiko secara keseluruhan positif bagi pasar, dan saya berkeyakinan bahwa dua faktor tersebut saling meniadakan,” kata Damien Loh, kepala investasi di Ericsenz Capital. 

Volatilitas tersirat Bitcoin yang rendah mencerminkan pola berulang dalam siklus ini, di mana setiap kenaikan fluktuasi harga dengan cepat menarik penjual volatilitas, sehingga menekan premi opsi.

Rajiv Sawhney, kepala manajemen portofolio internasional di Wave Digital Assets, mengatakan penjualan volatilitas telah menjadi salah satu strategi perdagangan utama dalam beberapa bulan terakhir, dengan investor berulang kali masuk setelah lonjakan harga dan membuat penembusan harga menjadi lebih sulit dipertahankan.

Ilustrasi Bitcoin.

“Bitcoin tidak memiliki imbal hasil inheren, sehingga bagi pemegang jangka panjang, penambang, investor negara, dan dana besar, menjual volatilitas telah menjadi cara untuk menghasilkan pendapatan dari kepemilikan mereka,” katanya. 

Latar belakang makro yang lebih luas juga membebani aktivitas Bitcoin. Uang spekulatif telah bergeser ke saham kecerdasan buatan dan memori, kata Sawhney, alhasil menyisakan lebih sedikit “uang panas” di kripto. 

Volume perdagangan yang lebih sepi biasanya menekan volatilitas yang direalisasikan, yang pada gilirannya mendorong volatilitas tersirat menjadi lebih rendah.

Hingga Selasa siang Bitcoin masih beredar pada kisaran US$76.616 dan sempat terendah dalam 24 jam perdagangan pada US$76.451. Pergerakan di semua periode kompak merah bahkan sepanjang 2026 atau year to date (ytd) BTC mengalami kontraksi 12,5%.

(red)

No more pages