Logo Bloomberg Technoz

Selain pelanggaran administratif, panitia juga menemukan 38 peserta melakukan kecurangan serius. Dari jumlah tersebut, 27 peserta menggunakan joki dan 11 peserta kedapatan memakai alat yang dilarang selama ujian berlangsung.

Eduart menegaskan peserta yang terbukti menggunakan joki maupun alat terlarang akan menerima sanksi lebih berat berupa blacklist dari seluruh jalur penerimaan mahasiswa baru di PTN.

“Sanksinya adalah blacklist tidak dapat diterima pada jalur PMB selanjutnya di PTN manapun,” ujarnya.

Panitia SNPMB juga melibatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI untuk mendeteksi praktik perjokian. Langkah yang dilakukan antara lain mengecek kesamaan foto menggunakan mesin AI, verifikasi foto ke sekolah dan tim TKA, investigasi internal pusat UTBK, hingga pelaporan kepada pihak kepolisian.

Sementara untuk peserta yang menggunakan alat terlarang, penanganannya dilakukan melalui investigasi internal pusat UTBK dan proses hukum dengan melibatkan aparat kepolisian.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkap sebagian besar kasus kecurangan yang ditemukan berkaitan dengan program studi Fakultas Kedokteran.

“Sebagian besar, mungkin hampir semuanya 99%, itu adalah fakultas kedokteran,” kata Brian.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk kecurangan dalam proses seleksi nasional karena dinilai merusak keadilan pendidikan dan pembangunan karakter.

“Kalau seseorang lulus karena curang, berarti ada orang lain yang tersingkir. Ini sangat tidak sesuai dengan pembangunan pendidikan dan karakter, jadi kita tidak akan menolerir sekecil apa pun kecurangan,” ujarnya.

(dec)

No more pages