Logo Bloomberg Technoz

BEI Buka Jalan Artis dan Kreator Masuk Bursa Lewat IPO

Cahya Puteri Abdi Rabbi
26 May 2026 06:50

Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan memfoto layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mendorong pelaku industri kreatif, termasuk artis yang telah memiliki usaha, untuk mulai memahami skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Hal ini disampaikan seiring masih terbatasnya pemahaman sebagian pelaku industri terhadap pasar modal.

Jeffrey mengatakan BEI telah berdiskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Hasya untuk menjajaki kerja sama dalam rangka memperluas edukasi dan pertukaran informasi. Melalui kolaborasi tersebut, BEI ingin memahami prospek serta struktur bisnis di industri kreatif, sekaligus mendorong pelaku usaha di sektor tersebut agar mulai mengenal regulasi yang diperlukan untuk melantai di bursa.

“Supaya kita bisa menjalin kerja sama, bertukar informasi supaya kami di bursa juga bisa melihat prospek, memahami struktur bisnis di industri kreatif. Teman-teman di industri kreatif juga bisa mulai mempersiapkan diri, memahami bagaimana regulasi untuk bisa menjadi perusahaan terbuka,” kata Jeffrey di Gedung BEI Jakarta pada Senin (25/5/2026).


Ia menambahkan edukasi ini penting mengingat masih ada pelaku industri kreatif, termasuk artis dan influencer, yang baru pertama kali mengenal konsep perusahaan terbuka maupun pasar modal. BEI pun membuka kesempatan bagi berbagai kalangan untuk datang dan belajar langsung.

“Artis, pelajar, siapapun kelompok masyarakat, tentu kami silakan datang dan hadir di bursa,” ujar Jeffrey.