Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, BEI juga terus memantau pemenuhan ketentuan free float oleh emiten, yang menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian indeks global. Menurut dia, implementasi aturan tersebut masih berjalan dan bursa terus berkomunikasi dengan asosiasi emiten terkait progres dan komitmennya.

“Untuk pemenuhan ketentuan free float ini, kan, baru berjalan, tentu kami tetap berkomunikasi dengan asosiasi emiten, kami ingin melihat bagaimana perkembangannya, bagaimana komitmennya, dan apa yang bisa didukung oleh bursa,” pungkas Jeffrey.

Tak hanya itu, BEI juga memastikan komunikasi dengan penyedia indeks global dan investor internasional tetap berlangsung secara rutin, baik melalui pertemuan maupun pertukaran data.

Sebagai informasi, penyedia indeks global mendepak sejumlah saham konstituen dari Indonesia. Terbaru, FTSE Russell dalam hasil peninjauan terbaru memutuskan mengeluarkan empat emiten Indonesia dari indeks global, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).

Keputusan tersebut antara lain dipicu oleh tidak terpenuhinya ketentuan minimum saham beredar atau free float, tingginya konsentrasi kepemilikan saham, hingga masuknya emiten dalam daftar pemantauan khusus regulator.

(dhf)

No more pages