Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Jadi Langkah BRI Perkuat Desa Digital

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI bersama Universitas Jenderal Soedirman resmi memulai Program Desa BRILiaN 2026 melalui Kick-Off Desa BRILiaN 2026 Batch 1. Kegiatan tersebut digelar secara daring dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia pada Kamis (7/5).
Program Desa BRILiaN 2026 hadir dengan tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan”. Tema tersebut menegaskan komitmen BRI dalam memperkuat desa melalui pendekatan teknologi, inovasi, serta penguatan sumber daya manusia.
Kick-Off Desa BRILiaN 2026 turut dihadiri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Yandri Susanto, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, Rektor Universitas Jenderal Soedirman Akhmad Sodiq, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes PDT Tabrani, serta Ketua LPPM Universitas Jenderal Soedirman Elly Tugianti.
Kolaborasi antara BRI dan Unsoed tersebut menjadi bagian dari upaya membangun desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, program ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas tata kelola desa dan pengembangan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto dalam sambutannya menegaskan pentingnya desa sebagai penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, desa memiliki posisi strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan Indonesia.
Ia mengatakan konsep “Bangun Desa, Bangun Indonesia” menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Desa kini tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.
Program Desa BRILiaN dinilai sejalan dengan visi tersebut karena menghadirkan pendekatan transformasi desa berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran program ini juga dianggap mampu memperkuat daya saing desa di tengah perkembangan digital yang semakin cepat.
Fokus pada Inovasi dan Penguatan Kapasitas Desa
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan Program Desa BRILiaN 2026 merupakan inisiatif pemberdayaan desa berbasis social entrepreneurship dan inkubasi. Program ini akan berlangsung dalam dua batch sepanjang Mei hingga November 2026.
Menurutnya, program tersebut dirancang agar desa mampu berkembang lebih adaptif dan kompetitif di tengah perubahan ekonomi digital. BRI menilai transformasi desa perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui penguatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola desa.
“Melalui Program Desa BRILiaN, BRI ingin mendorong desa agar semakin inovatif dan berdaya saing. Kami percaya transformasi desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan desa dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Dengan penguatan kapasitas dan pendampingan yang terstruktur, desa diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” pungkasnya.
Program Desa BRILiaN 2026 memiliki tiga tahapan utama yang dirancang untuk memperkuat kualitas desa peserta. Tahapan pertama adalah empowerment berupa pelatihan daring selama dua bulan yang membahas berbagai aspek pengembangan desa.
Tahapan kedua adalah assistance atau pendampingan intensif bagi desa terbaik. Pada fase ini, desa akan mendapatkan dukungan langsung untuk memperkuat implementasi program dan strategi pengembangan ekonomi lokal.
Selanjutnya, tahapan graduation menjadi bentuk apresiasi kepada desa unggulan yang berhasil menunjukkan inovasi dan perkembangan signifikan selama program berlangsung. Desa terbaik nantinya akan memperoleh penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas keberhasilan transformasi yang dilakukan.
Materi pelatihan dalam Program Desa BRILiaN 2026 mencakup berbagai bidang penting. Peserta akan mendapatkan pembekalan mengenai legalitas kerja sama, tata kelola dana desa, pengelolaan keuangan BUMDes dan koperasi desa, hingga pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal.
Selain itu, desa peserta juga akan didorong mengembangkan sektor tematik seperti pariwisata desa, pertanian, peternakan, hingga industri pengolahan. Langkah tersebut dilakukan agar desa memiliki sumber ekonomi baru yang lebih berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program ini, desa diharapkan mampu menghasilkan capaian konkret. Beberapa target yang ingin dicapai antara lain penyusunan strategi pengelolaan dana desa yang lebih efektif, laporan keuangan digital, pengembangan desa wisata, hingga inovasi produk lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
BRI juga membuka peluang bagi desa-desa di seluruh Indonesia untuk mengikuti Program Desa BRILiaN 2026. Pendaftaran program dapat dilakukan melalui unit kerja BRI terdekat sehingga jangkauan pemberdayaan desa semakin luas.
Hingga akhir Maret 2026, Program Desa BRILiaN telah diikuti oleh 5.245 desa di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme desa dalam mengikuti program pemberdayaan yang diinisiasi BRI.
Berbagai sektor unggulan telah berkembang melalui program tersebut, mulai dari pariwisata, jasa, industri pengolahan, perdagangan, hingga sektor pertanian dan peternakan. Pengembangan sektor tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi desa sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di daerah.
Kehadiran Program Desa BRILiaN 2026 sekaligus mempertegas komitmen BRI dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis desa. Melalui sinergi bersama perguruan tinggi dan pemerintah, transformasi desa diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Dengan pendekatan berbasis inovasi, teknologi, dan penguatan kepemimpinan masyarakat desa, Program Desa BRILiaN diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional.



























