Pembangunan gedung sembilan lantai, sebuah hotel kondominium hibrida, melibatkan penambahan lantai ke-10 dengan kolam renang, menurut Sajili. Penyebab runtuhnya gedung masih dalam penyelidikan.
Proyek tersebut mendapatkan izin bangunan pada tahun 2023 dan konstruksi dimulai pada tahun 2024, kata Jay Pelayo, kepala kantor informasi Kota Angeles. Sebelumnya, ia mengatakan kepada radio lokal DZBB bahwa sekitar 30-40 orang dikhawatirkan terjebak di dalam gedung tersebut.
Pelayo mengatakan operasi penyelamatan bagi mereka yang terjebak masih berlangsung. “Mari kita terus berdoa untuk mereka semua,” katanya.
Pada tahun 2015 kejadian serupa pernah terjadi. Dua orang tewas dan 11 orang terluka setelah sebagian menara hunian yang sedang dibangun runtuh di Kota Taguig, sebuah distrik keuangan di Manila.
(bbn)





























