Citra satelit milik NASA melalui sistem Fire Information for Resource Management System yang diambil Sabtu menunjukkan anomali panas baru di depot minyak Grushovaya yang berada di kawasan pegunungan dekat pelabuhan. Anomali panas tersebut mengindikasikan kemungkinan terjadinya kebakaran.
Fasilitas itu menyimpan minyak mentah dan produk petroleum yang kemudian dikirim ke Sheskharis, terminal ekspor minyak terbesar Rusia di Laut Hitam.
Operator pipa minyak Rusia Transneft PJSC, pemilik fasilitas Sheskharis dan Grushovaya, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Bloomberg pada Sabtu pagi.
Serangan sebelumnya terhadap Sheskharis pada awal April sempat menghentikan aktivitas pemuatan minyak di terminal tersebut.
Data terminal Bloomberg menunjukkan fasilitas itu mengirim lebih dari 544 ribu barel minyak mentah Rusia per hari pada bulan lalu.
Otoritas militer Ukraina yang sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone terhadap infrastruktur energi Rusia sejauh ini belum memberikan komentar terkait serangan di Novorossiysk.
Ukraina dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan drone terhadap aset minyak Rusia, mulai dari kilang hingga jaringan pipa minyak nasional, dengan tujuan “membawa perang ke wilayah Rusia.”
Serangan tersebut mengurangi kemampuan Rusia mengirim dan mengolah minyak mentah, sekaligus memanfaatkan reli harga minyak global akibat perang di Timur Tengah.
Serangan sepanjang Mei sebagian maupun sepenuhnya menghentikan operasi sejumlah kilang utama di Rusia bagian tengah, kawasan dengan konsumsi bahan bakar terbesar di negara itu.
Kondisi tersebut menekan volume pengolahan minyak Rusia ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir dan memicu kekhawatiran kekurangan bahan bakar menjelang musim panas, periode permintaan tinggi.
Meski demikian, Kremlin menilai tidak ada risiko gangguan pasokan bahan bakar, kata juru bicara Dmitry Peskov kepada wartawan awal pekan ini.
(bbn)






























