"Ini sudah berdampak, jadi walaupun rupiah melemah yield obligasi, bunga obligasi cenderung turun dalam satu minggu terakhir karena kita investasi di sana," tutur dia.
"Kita beli obligasi di pasar sekunder. Kalau kita lihat dampaknya sudah signifikan juga, investor asing sudah masuk ke pasar sekunder kita, sudah masuk juga ke pasar primer."
Pergerakan rupiah di pasar spot pagi ini masih tertekan, meski sentimen global sedikit mereda dengan adanya dialog antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Hari ini, Jumat (22/5/2026), rupiah dibuka melemah 0,11% ke posisi Rp17.673/US$. Kemudian tak lama berselang, rupiah melemah lebih dalam 0,27% ke Rp17.702/US$ pada 09:13 WIB.
Rupiah melemah bersama enam mata uang lainnya di kawasan. Won Korea Selatan, ringgit Malaysia, yen Jepang, dola Singapura, baht Thailand, dan dolar Hong Kong bergerak di zona merah. Sebaliknya, peso Filipina, dolar Taiwan, yuan China berhasil rebound.
(ibn/ell)





























