Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Migas Kementerian ESDM M Rizwi Jilanisaf Hisjam melaporkan nilai kontrak kegiatan hulu migas hingga April 2026 mencapai US$2,58 miliar.

Dari besaran itu, sekitar US$2,35 miliar merupakan total komponen biaya. Dari total komponen biaya US$2,35 miliar, total komponen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) nilainya sebesar US$1,48 miliar.

“Nah, dari nilai tersebut, komitmen TKDN berhasil dicapai sebesar 1,48 miliar US Dollar atau 62,92% secara kumulatif,” kata Rizki dalam kesempatan yang sama.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto melaporkan produksi minyak mentah Indonesia sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai 572.724 bph.

Dari besaran itu, khusus produksi minyak bumi saja dilaporkan sebesar 490.589 bph, sedangkan sisanya terdiri atas kondensat 55.851 bph, natural gas liquid (NGL) hulu 21.595 bph, dan NGL gas terproses 4.239 bph.

Djoko menjelaskan produksi minyak mentah, kondensat, dan NGL pada Januari 2026 mencapai 528.108 bph, lalu Februari meningkat menjadi 590.627 bph, dan Maret sebesar 599.862 bph.

Djoko menjelaskan produksi minyak mentah Indonesia sempat turun pada Januari 2026 gegara pipa milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) mengalami kebocoran pada tahun ini, hingga menyebabkan produksi minyak di Blok Rokan turun.

“Januari turun karena pipa TGI pada 2 Januari putus, sehingga tidak bisa menyuplai gas untuk pembangkit listrik MCTN di Rokan, sehingga turunnya sangat besar sekali. Alhamdulillah pipa TGI sudah selesai, tetapi akhir Maret kemarin berdasarkan pigging itu masih ditemukan tiga titik yang rawan, sehingga dalam hal ini dioperasikan belum maksimal,” kata Djoko dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, awal April.

Lebih lanjut, Djoko mengungkapkan per 31 Maret 2025 Indonesia memiliki deadstock minyak mentah sekitar 2,56 juta barel. Dari besaran itu, sekitar 430.000 barel siap untuk dilakukan lifting atau proses untuk produksi siap jual.

Untuk itu, Djoko meramal produksi minyak mentah pada Maret 2026 bisa mencapai 635.000 bph.

“Nah untuk deadstock kami upayakan dengan teknologi menggunakan chemical dan bakteri anaerob yang 2,56 juta barel ini kita upayakan untuk bisa di-lifting untuk bulan-bulan berikutnya,” tegasnya.

SKK Migas memprediksi produksi minyak mentah sepanjang tahun ini mencapai 507.034 bph, kondensat sebesar 64.379 bph, NGL di hulu migas sebesar 21.242 bph, NGL gas terproses sebesar 10.290 bph, serta tambahan dari proyek NGL dan survei full tensor gravity gradiometry (FTG) sebesar 7.054 bph.

Dengan begitu, SKK Migas memproyeksi total produksi minyak mentah beserta kondensat sepanjang tahun ini bakal mencapai 610.000 bph.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa realisasi produksi siap jual atau lifting minyak mentah ditambah NGL pada Maret 2026 mencapai 635.500 bph.

Pada tahun ini dalam APBN 2026 ditargetkan lifting minyak mencapai 610.000 bph, sementara dalam rencana kerja dan anggaran SKK Migas lifting minyak 2026 ditargetkan sebesar 610.800 bph.

(azr/ros)

No more pages