Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sempat mengungkapkan Kementerian ESDM bakal menawarkan 100 wilayah kerja (WK) migas kepada KKKS pada tahun ini.
Yuliot menjelaskan 110 WK tersebut akan ditawarkan secara serempak. Yuliot berharap lelang anyar itu dapat meningkatkan produksi siap jual atau lifting migas Indonesia.
“Tahun ini kita menawarkan 110 wilayah kerja, jadi di anggota IPA, justru mereka menyatakan minat untuk bagaimana meningkatkan eksplorasi dan juga meningkatkan produksi minyak,” kata Yuliot kepada awak media di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Dia mengatakan bakal mempercepat peningkatan lifting migas nasional, terlebih target lifting pada 2028 mencapai 900-1 juta barel per hari (bph).
Sepanjang 2025, Kementerian ESDM membuka lelang WK migas dalam tiga tahap.
Dalam lelang WK migas putaran pertama 2025, ESDM melelang tiga WK yakni WK Gagah, WK Perkasa, dan WK Lavender.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memenangkan lelang WK Lavender sebab perusahaan migas pelat merah itu sudah melakukan joint study di WK tersebut.
Selain itu, TIS Petroleum (Asia) Pte Ltd ditetapkan menjadi pengelola WK migas Perkasa dan baru saja meneken kontrak bagi hasil atau production sharing contract (PSC).
Setelah itu, Kementerian ESDM membuka lelang sembilan blok migas pada penawaran tahap II.
Sembilan blok migas yang dilelang terdiri atas; Blok Jalu, Blok Southwest Andaman, Blok Karunia, Blok Delapan Muaro, Blok Barong, Blok Drawa, Blok Bintuni, Blok Gagah, dan Blok Abar Anggursi.
Terbaru, pada akhir 2025 Kementerian ESDM membuka lelang delapan WK pada Senin (22/12/2025). Tiga WK ditawarkan lewat penawaran langsung di antaranya WK Tapah, WK Nawasena, dan WK Mabelo.
Sementara itu, lima blok sisanya ditawarkan lewat lelang reguler yakni WK Arwana III, WK Tuah Tanah, WK Rangkas, WK Akimeugah I dan WK Akimeugah II.
(azr/wdh)































