Logo Bloomberg Technoz

Beberapa tender reguler tersebut termasuk dalam wilayah studi area anggaran belanja tambahan (ABT) 2025 yang mencakup WK Rupat, Puri, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, Rombebai, dan Jayapura.

Pada kategori ini, akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 17 Juli 2026, dengan batas akhir penyampaian penawaran sampai 20 Juli 2026.

Sementara untuk jalur regular tender lainnya, pemerintah menawarkan WK Namori, South Tanimbar, Cerera, dan Areca Bruni.

Akses dokumen penawaran dibuka mulai 20 Mei 2026 hingga 15 September 2026, sedangkan pemasukan dokumen penawaran ditutup pada 17 September 2026.

Adapun, 13 WK migas yang dimaksud terdiri atas; pertama, WK Natuna D Alpha yang terletak di offshore Natuna dengan luas area sekitar 10.211,85 km2. Potensi sumber daya di WK tersebut diperkirakan mencapai 2.865 juta barel minyak (MMBO).

Kedua, WK Sapukala yang berlokasi di offshore Selat Makassar dengan luas area sekitar 8.474,5 km2. Potensi sumber daya gas di wilayah ini diperkirakan mencapai 2.309 miliar kaki kubik gas (bscf).

Ketiga, WK Rupat yang terletak di offshore dan onshore Riau serta offshore Sumatra Utara dengan luas area sekitar 7.843,66 km2. Potensi sumber daya minyak di WK tersebut diperkirakan mencapai 1.110 MMBO.

Keempat, WK Puri yang berada di onshore Provinsi Riau dengan luas area sekitar 4.190,32 km2. Potensi sumber daya minyak di wilayah ini tercatat sebesar 1.915 MMBO.

Kelima, WK Pesut Mahakam yang terletak di onshore Kalimantan Timur dengan luas area sekitar 1.530,15 km2. Potensi sumber daya minyak di WK tersebut diperkirakan mencapai 1.336 MMBO.

Keenam, WK Bengara II yang berada di onshore dan offshore Kalimantan Utara dengan luas area sekitar 3.289,67 km2. Potensi sumber daya minyak di wilayah ini diperkirakan mencapai 1.057 MMBO.

Ketujuh, WK Maratua II yang terletak di onshore dan offshore Kalimantan Utara dengan luas area sekitar 4.350,36 km2. Potensi sumber daya minyak di WK tersebut mencapai 3.279 MMBO.

Kedelapan, WK Namori yang berada di offshore Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan luas area sekitar 9.769,82 km2. Potensi sumber daya di wilayah ini diperkirakan mencapai 17.475 MMBO atau 38,5 triliun kaki kubik (TCF) gas.

Kesembilan, WK South Tanimbar yang terletak di offshore Laut Arafura dengan luas area sekitar 8.492,49 km2. Potensi sumber daya gas di WK tersebut diperkirakan mencapai 5,6 TCF.

Kesepuluh, WK Cerera yang berada di offshore Papua dengan luas area sekitar 7.171,22 km2. Potensi sumber daya di wilayah ini diperkirakan mencapai 1.487 MMBO dan 1,3 TCF gas.

Kesebelas, WK Areca Bruni yang terletak di offshore dan onshore Papua Barat Daya dengan luas area sekitar 8.480,52 km2. Potensi sumber daya di WK tersebut diperkirakan mencapai 2.985 juta barel setara minyak (MMBOE).

Kedua belas, WK Rombebai yang berada di offshore dan onshore Papua dengan luas area sekitar 7.367,48 km2. Potensi sumber daya gas di wilayah ini diperkirakan mencapai 14,75 TCF.

Ketiga belas, WK Jayapura yang terletak di offshore dan onshore Papua dengan luas area sekitar 7.299,41 km2. Potensi sumber daya gas di WK tersebut diperkirakan mencapai 19,4 TCF.

Adapun, Laode sebelumnya menyatakan Ditjen Migas bakal melelang 10 blok migas baru dalam perhelatan Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) pada 20—22 Mei 2026.

Target penawaran tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah blok migas yang dilelang pada IPA Convex 2025.

Tahun lalu pada pergelaran yang sama, pemerintah menyiapkan total 20 blok migas yang merupakan bagian dari rangkaian program lelang jangka menengah sebanyak 63 hingga 75 WK.

Adapun, penawaran lelang WK tahun lalu tersebut terbagi dalam tiga tahapan lelang a.l. tahap I sebanyak 3 WK, tahap II sejumlah 9 WK, dan tahap III 8 WK.

(azr/ros)

No more pages