Kedua, para perwakilan Indonesia tersebut juga diminta melakukan pendekatan intensif ke pemerintah setempat masing-masing. Hal ini dilakukan untuk membuka potensi adanya akses transit dan bantuan dalam proses pemulangan WNI tersebut ke Indonesia -- sehingga tak ada hambatan keimigrasian.
Ketiga, Kemlu juga telah bergabung dengan sembilan negara mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk serangan militer Israel ke relawan GSF Flotilla. Mereka adalah Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol.
"[Keempat] Perwakilan Republik Indonesia terkait senantiasa dalam posisi siaga untuk segera menindaklanjuti notifikasi dari otoritas [pemerintah]setempat," kata Dudung.
Kelima, menurut dia, KSP juga telah meminta Kemlu melalui kantor perwakilan di sejumlah negara untuk terus memantau perkembangan situasi di perairan Siprus. Pemerintah juga meminta Kemlu bisa memberikan informasi dan verifikasi tentang posisi keberadaan dan kondisi sembilan WNI tersebut.
"Serta, menyiapkan langkah perlindungan sesuai kebutuhan di lapangan," ujar dia.
Dan terakhir, Pemerintah Indonesia mendesak Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditangkap atau ditahan. Indonesia juga meminta Israel menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.
Daftar 9 WNI Tergabung dalam Misi
- Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Ronggo Wirasanu (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
- Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
- Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
- Hendro Prasetyo (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
- Bambang Noroyono (Republika) Kapal BoraLize
- Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) Kapal Ozgurluk
- Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk
- Rahendro Herubowo (GPCI - iNewsTV, Berita1, CNN) Kapal Ozgurluk
(dov/frg)




























