Logo Bloomberg Technoz

Situasi ini membuat harga energi bertahan di level tinggi. Dunia pun dihantui ancaman inflasi karena kenaikan harga energi. Apabila terus seperti ini, maka akan sulit bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga belum turun.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu dicermati?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terbenam di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 37. RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Namun indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh nol. Paling kecil, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas sejatinya berpeluang naik. Koreksi yang sudah cukup dalam memunculkan potensi technical rebound.

Cermati pivot point US$ 4.515/troy ons. Dari sini, harga emas berpeluang menguji resisten US$ 4.524/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten lanjutan ada di rentang US$ 4.539-4.592/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 4.687/troy ons.

Namun kalau ternyata harga emas malah turun, maka US$ 4.478/troy ons rasanya bisa menjadi target terdekat. Support berikutnya ada di kisaran US$ 4.567-4.515/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 4.303/troy ons.

(aji)

No more pages